berita

Telisik Modus 'Abah' Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah yang Diduga Cabuli Belasan Santriwati

Selasa, 29 September 2026 | 13:42 WIB
Modus pelecehan seorang pimpinan pondok pesantren terhadap santriwati di wilayah Desa Bunkate, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB. (Instagram.com/@insidenlombok)

Terkait proses penyelidikan sejauh ini, Joko mengatakan terduga terlapor dalam kasus pelecehan seksual ini juga bertambah menjadi 2 pelaku, yakni Abah dan 1 terduga pelaku lain berinisial M.

"Terlapor merupakan pengajar di pondok pesantren tersebut. TKP peristiwa pelecehan seksual juga itu terjadi di dalam pondok pesantren," terang Joko.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Satreskrim Polresta Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean menyebut pihaknya masih mengawal kasus dugaan pelecehan di lingkungan ponpes di Desa Bunkate tersebut.

"Yang jelas, penanganan perkara ini menjadi prioritas utama kami," kata Punguan dalam keterangannya, pada Selasa, 29 September 2026.

"(Hal itu) termasuk mengawal hak santri yang mungkin masih takut melapor," sambungnya.

Baca Juga: Kumpulan Twibbon Hari Kesaktian Pancasila 2026, Cek Link Downloadnya di Sini!

Laporan di Meja Polisi Sejak 2025

Punguan menyatakan, perkara tersebut sebenarnya telah dilaporkan kepada polisi pada Februari 2025.

Penyidik kemudian melakukan komunikasi dan pemeriksaan awal terhadap pihak terkait.

"Hanya saja karena kemungkinan para korban ada pertimbangan lain sehingga memilih untuk investigasi dulu," ungkap Punguan.

Di samping itu, Punguan menjelaskan, setelah pemeriksaan awal dilakukan, komunikasi dengan korban sempat terputus.

Baca Juga: Diungkap saat Rapat DPR, Ini Identitas 2 Napi Koruptor PT Timah yang Terciduk Ombudsman di Rumah Mewah Lapas Cibinong

Ada Korban dan Barang Bukti di Mesir

Berdasarkan pemantauan terakhir, sejumlah korban bersama barang bukti yang dikuasai saat ini masih berada di Mesir.

Atas hal tersebut, Polresta Lombok Tengah telah mendatangi pondok pesantren yang diduga menjadi lokasi kejadian.

Halaman:

Tags

Terkini