- Desil 1: Kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau miskin ekstrem.
- Desil 2: Kelompok keluarga kategori miskin.
- Desil 3: Kelompok keluarga kategori hampir miskin.
- Desil 4: Kelompok keluarga kategori rentan miskin.
- Desil 5: Kelompok keluarga kategori ekonomi menengah ke bawah.
- Desil 6-10: Kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan menengah, menengah atas, sejahtera, sangat sejahtera, dan paling sejahtera.
Baca Juga: Nasi Goreng Telur, Menu Sat Set saat Lapar Melanda, Simak Resep Terbarunya
Bagaimana Penerapan Desil Sejauh Ini?
Sejauh ini, pengelompokan desil itu digunakan sebagai salah satu informasi penting dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,1 juta record atau data individu dan 95,98 juta data keluarga.
DTSEN lalu menjadi rujukan bersama pemerintah dalam mendukung berbagai program, seperti bantuan sosial dan subsidi.
Secara terpisah, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan ihwal penerapan desil dalam DTSEN.
Baca Juga: Kenalkan Rukun Islam Kelima, 10 Ribu Murid RA se-Kabupaten Ciamis Ikuti Peragaan Manasik Haji
"Khusus untuk desil ekonomi itu basisnya di DTSEN, dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN," kata Airlangga dalam keterangannya, pada 20 Agustus 2026 lalu.