PORTALOKA.ID - Sebagian kalangan di dunia otomotif saat ini, sedang hangat memperbincangkan ihwal kabar mulai beroperasinya pabrik baterai kendaraan listrik (EV) milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat.
Bagi yang belum tahu, pabrik ini menjadi yang terbesar kedua di RI setelah pabrik milik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang beroperasi dan diresmikan pada Juli 2024 lalu.
PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara IBC dan CBL, anak usaha produsen baterai terbesar asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).
Terkait hal itu, Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif mengatakan, fasilitas produksi di Karawang tersebut menghasilkan baterai kendaraan listrik, serta sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS).
Baca Juga: Cara Cek Bansos September 2026 dengan NIK, Warga Desil Berapa yang Bisa Ikut?
"Sekarang kondisinya sudah seperti ini, jadi sudah memang sudah beroperasi sejak bulan Juli (2026)," kata Farhan di Energy Building, Jakarta, pada 14 September 2026.
"Produknya sebagian untuk kendaraan listrik dan sebagian lagi untuk BESS, Battery Energy Storage System," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Indonesia saat ini tengah membangun ekosistem pabrik baterai EV terintegrasi yang diklaim terbesar di Asia.
Hal itu didukung dengan besarnya cadangan bahan baku utama komponen baterai, yakni nikel.
Lantas, benarkah hal tersebut berpengaruh pada harga mobil listrik yang beredar di pasar saat ini? Mari telusuri.
Baca Juga: Kabar Baik! Mulai 2027 Guru Honorer Boleh Digaji Pakai BOS, Bisa Ikut Tes CPNS dan PPPK
Harga Mobil Listrik Bakal Lebih Murah?
Secara terpisah, para ilmuwan mengumumkan terobosan baru dalam teknologi baterai yang berpotensi meningkatkan keamanan kendaraan listrik (EV).
Temuan ini lahir dari pengembangan baterai natrium-ion (Na-ion) berbasis solid-state, yang disebut dapat menjadi alternatif lebih aman dan lebih murah dibanding baterai lithium-ion (Li-ion) yang mendominasi pasar saat ini.