Langkah ini dilakukan untuk menghindari kekurangan bahan baku menjelang proses produksi.
"Untuk menu minggu depan kita buat perencanaannya dari minggu ini. Biasanya tiap hari Rabu dan Kamis. Kalau dulu kita nggak seperti ini, makanya pernah keteteran juga pas mau masak. Belajar dari pengalaman, maka kami perbaiki perencanaan menunya ini dari seminggu sebelumnya," terang dia.
Baca Juga: Pengrajin Tempe Ciamis Berharap Dapur MBG dan Kopdes Merah Putih Rangkul UMKM Lokal
Respons Cepat Setiap Keluhan yang Masuk
Dikatakan Tri, SPPG Mangkubumi berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada kelompok penerima manfaat.
Salah satunya dengan memberikan respons cepat terhadap setiap keluhan yang masuk.
"Kalau ada keluhan segera kita respons, termasuk kalau ada yang request menu. Tapi tidak semua kita kabulkan, karena kan kita juga melihat ke kebijakan pemerintah. Misalnya gak boleh sambal, gak boleh susu berperasa, yang bersantan itu nggak boleh," jelasnya.
Selalau Menjaga Kebersihan Dapur dan Lingkungan SPPG
SPPG Mangkubumi selalu memperhatikan kebersihan dapur dan sarana penunjang lainnya.
Setiap habis memasak, dapur selalu dibersihkan dan disterilkan.
Di samping itu, para relawan juga diwajibkan menggunakan alat pelindung diri lengkap serta dicek kesehatannya terlebih dahulu sebelum proses produksi.
"Petugas tidak diperbolehkan menggunakan aksesoris apapun saat proses produksi. Sebelum itu, mereka juga harus dicek suhu badannya dulu, bajunya bersih atau tidak, kukunya panjang atau tidak," ujar Tri.