“Penyelenggaraan latihan bela negara dan manajerial ini disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil. Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit,” ujar Ketut.
“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” sambungnya.
5 Peserta SPPI Meninggal Dunia
Sementara itu, Kemhan juga mengonfirmasi 5 peserta SPPI yang meninggal dunia, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.
Menurut kronologi yang dibagikan oleh Kemhan, kelima peserta mengalami permasalahan kesehatan yang membuat kondisinya menurun.
Kelima korban juga telah mendapat perawatan intensif oleh medis sebelum wafat dengan berbagai penyebab berbeda, seperti henti jantung hingga tuberkulosis.***