“Penyelenggaraan latihan bela negara dan manajerial ini disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil. Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit,” ujar Ketut.
“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” sambungnya.
5 Peserta SPPI Meninggal Dunia
Sementara itu, Kemhan juga mengonfirmasi 5 peserta SPPI yang meninggal dunia, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.
Menurut kronologi yang dibagikan oleh Kemhan, kelima peserta mengalami permasalahan kesehatan yang membuat kondisinya menurun.
Kelima korban juga telah mendapat perawatan intensif oleh medis sebelum wafat dengan berbagai penyebab berbeda, seperti henti jantung hingga tuberkulosis.***
Artikel Terkait
Mengisi Libur Sekolah, Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis Baznas Klaten
Ayah Taufik Hidayat Mengaku Pernah Dipukul Pakai Kayu, Ungkap Anaknya Sempat Kabur dari Rumah
Dedi Mulyadi Ungkap Nasib Uang Sayembara Rp250 Juta usai Taufik Hidayat Ditangkap
Bulog Optimalkan Penyerapan Gabah, Stok Beras di Klaten Melimpah dan Dipastikan Aman hingga 2027
Debat Pabas Wakil Rektor UNY dengan Mahasiswa, Sebut Spanduk Aksi sebagai Sampah
Update Kondisi YTR Korban Penyekapan Taufik Hidayat di Bandung: Masih Fokus Pulihkan Kondisi Umum dan Psikis
Legislator Perjuangkan Gaji Guru Honorer Madrasah, Peroleh Insentif Rp1 Juta per Bulan
Keren! Ciamis Raih WTP ke-13 dari BPK, Bupati Herdiat: Ini Bukan Garis Akhir