“Saya tanya adik kenapa mau pinjemin? Dia bilang Pak S butuh urgent karena banyak kerjaan dan lainnya, kemudian saya minta nomornya untuk saya hubungi,” ungkap pengunggah video.
“Saat ini sudah ada 3 korban anak SMA yang mengaku dimanipulasi oleh S dan korban masih belum tau berapa banyak lagi,” lanjutnya.
Baca Juga: 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih Diresmikan Tahun Ini, Disediakan Pabrik Es hingga SPBN
Dari penjelasan lain, pada hari yang sama, SRA mengirim pesan atau menelepon beberapa murid untuk meminjam laptop.
“Urgent seperti buru-buru, dia bilang ada tugas ingin bikin soal kelas X, dia mengincar murid-murid polos dan ambil laptop dadakan. Di tanggal 8 Mei 2026, dia chat beberapa murid dan pinjam laptop di jam berbeda,” jelasnya.
Berulang Kali Gadaikan Laptop
Lebih lanjut, pemilik laptop mengunggah video saat mengambil laptopnya di tempat gadai.
Pemilik laptop bahkan harus menebus sekitar Rp3 juta agar barang miliknya tersebut bisa segera kembali.
Baca Juga: Menikmati Kuliner Khas Karawang yang Legendaris, Salah Satunya Sudah Ada Sejak Tahun 60-an
“Dari pihak gadai menjelaskan dia baru tebus laptop, kemudian masuk lagi laptop baru. Keterangan dari murid juga ada yang sering dipinjam,” tukasnya.
Sementara itu, dalam pencarian lewat pelacak nomor telepon, diduga SRA memiliki masalah dengan pinjaman online atau pinjol.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada perkembangan baru dari kasus tersebut, baik dari pihak pemilik laptop maupun guru yang menggadaikannya.***