Temuan itu meliputi tata kelola yang dinilai masih "cacat" terkait sektor anggaran, kebijakan teknis, pelaksanaan hingga pengawasan.
Terlebih, temuan indikasi penggelembungan harga bahan pangan, biaya pembangunan dapur "sangat tinggi", ketidaksesuaian data penerima, dan transparansi anggaran rendah.
Berdasarkan hasil penelusuran ICW, dari total 102 yayasan yang diteliti, keterhubungan itu merentang dari partai politik, pebisnis, hingga birokrasi pemerintahan yang pernah tersangkut kasus korupsi.***