"Bahkan menurut beberapa wali murid, siswa sempat dilarang pulang sebelum makanan MBG tiba, sehingga memicu kekesalan dari orang tua," bebernya.
Baca Juga: Warga Purwodadi Ini Sempat Viralkan Menu MBG, Sebut Kritik Bukan untuk Menghujat tapi Demi Perbaikan
Menu MBG Dinilai Tak Sebanding Harga
Dalam postingan yang sama, disebutkan seorang warga setempat menduga siswa harus menunggu lama hanya untuk menu yang dinilai tidak sebanding dengan harganya.
Warga tersebut lantas mencontohkan menu yang dibagikan dalam momentum Ramadan 2026 itu berupa bakpao, telur rebus, dan pisang.
Menu tersebut dianggap belum mencerminkan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.
"Bukan tidak bersyukur, tapi ini juga (menu MBG) dari uang pajak masyarakat," ungkap seorang warga di Banyumas.
Baca Juga: MTs-MA Al Barkah Ciamis Gelar Semarak Ramadhan 1447 H: Ada Perlombaan hingga Santunan
"Jadi wajar kalau orang tua berharap menu yang diberikan sesuai dengan standar program MBG," sambungnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada penjelasan resmi dari otoritas berwenang mengenai penyebab kasus keterlambatan distribusi makanan tersebut.
Kendati demikian, besar harapan warga setempat agar proses distribusi makanan dapat berjalan tepat waktu pada masa mendatang.***