"Bahkan menurut beberapa wali murid, siswa sempat dilarang pulang sebelum makanan MBG tiba, sehingga memicu kekesalan dari orang tua," bebernya.
Baca Juga: Warga Purwodadi Ini Sempat Viralkan Menu MBG, Sebut Kritik Bukan untuk Menghujat tapi Demi Perbaikan
Menu MBG Dinilai Tak Sebanding Harga
Dalam postingan yang sama, disebutkan seorang warga setempat menduga siswa harus menunggu lama hanya untuk menu yang dinilai tidak sebanding dengan harganya.
Warga tersebut lantas mencontohkan menu yang dibagikan dalam momentum Ramadan 2026 itu berupa bakpao, telur rebus, dan pisang.
Menu tersebut dianggap belum mencerminkan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.
"Bukan tidak bersyukur, tapi ini juga (menu MBG) dari uang pajak masyarakat," ungkap seorang warga di Banyumas.
Baca Juga: MTs-MA Al Barkah Ciamis Gelar Semarak Ramadhan 1447 H: Ada Perlombaan hingga Santunan
"Jadi wajar kalau orang tua berharap menu yang diberikan sesuai dengan standar program MBG," sambungnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada penjelasan resmi dari otoritas berwenang mengenai penyebab kasus keterlambatan distribusi makanan tersebut.
Kendati demikian, besar harapan warga setempat agar proses distribusi makanan dapat berjalan tepat waktu pada masa mendatang.***
Artikel Terkait
Terungkap Alasan Richard Lee Ditahan usai Sempat Pilih Live TikTok Ketimbang Penuhi Panggilan Polisi
Ustaz Khalid Basalamah Ingatkan Agar Adil dalam Melihat Kebijakan Pemerintah
IFG Bersama BP BUMN Perkuat Tata Kelola TJSL melalui Three Lines Model
28 Santri Dilaporkan Alami Keracunan usai Diduga Santap Telur Asin MBG saat Bukber di Ponpes Sholawat Darut Taubah Jombang
Pesantren Miftahul Munawwaroh Panyingkiran Ciamis Gelar Workshop Wirausaha Santri Mandiri Berbahan Baku Pohon Kelapa
2.065 PPPK Paruh Waktu Aceh Barat Daya Terima SK Pengangkatan Senin Besok, 8 Orang Gagal Dilantik
Mantap! Pemkab Kubu Raya Berikan THR untuk PPPK Paruh Waktu, Sebegini Besarannya
Kasad Maruli Serahkan Bantuan Rumah ke Keluarga Prajurit Gugur sebagai Simbol Cinta Atas Pengabdian untuk Negara
Pertama Kali Bertemu di Rumah Duka, Chua Kotak Bagikan Cerita soal Keramahan Keluarga Vidi Aldiano saat Menyambut Pelayat
Hadiri Sarasehan Ekonomi Islam di Surabaya, Aktivis Pendidikan Madrasah: Kemiskinan Kikis Keimanan