berita

Pesantren Miftahul Munawwaroh Panyingkiran Ciamis Gelar Workshop Wirausaha Santri Mandiri Berbahan Baku Pohon Kelapa

Minggu, 8 Maret 2026 | 07:04 WIB
Workshop Wirausaha Santri Mandiri di Pondok Pesantren Miftahul Munawaroh Ciamis (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Pondok Pesantren Miftahul Munawaroh Panyingkiran, Ciamis menggelar Workshop Wirausaha Santri Mandiri, Sabtu, 7 Maret 2026 di Workshop Laksana Three Karya.

Sebanyak 50 orang santri se-Kabupaten Ciamis mengikuti program pelatihan Wirausaha Santri Mandiri ini. Para peserta berasal dari setiap yang merupakan calon trainer.

Pelatihan difokuskan pada pengolahan bahan baku pohon kelapa dan keturunannya. Di sini para santri diajari menganyam lidi, tenunan lidi, boks tisu peci dan pernak-pernik kerajinan berbahan pohon kelapa.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua PW RMI NU Jawa Barat, Ky Abdurrahman, M.Pdi, Ketua PC NU diwakili Sekretaris, KH Tatang Nawawi, Ketua PC RMI Kabupaten Ciamis, KH Anas N dan para tokoh pesantren di Ciamis.

Baca Juga: Pesantren Ramadhan Jurnalis 1447 H, Sekda Ciamis Tekankan Etika dan Akurasi Informasi

Tampil sebagai narasumber, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, Dase, Kepala DKU KMPP Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, dan Kasi PD dan Pontren Kementrian Agama Kabupaten Ciamis, H. Ujang Muslih, M.Pd.

Pimpinan workshop Laksana Three Karya, Ustadz Nurul Huda, mengatakan, pelatihan ini untuk membekali ketrampilan santri dalam bidang handicraft berbahan baku pohon kelapa.

"Selama ini santri indentik dengan mengaji kitab padahal ke depan santri harus menguasai banyak kompetensi. Ini untuk menunjang kehidupan santri setelah lulus," ujar nya.

Dikatakan Nurul Huda, santri harus mandiri dan tidak tergantung kepada kebaikan orang. Ia harus bisa mengubah semua potensi sumberdaya alam menjadi produk bernilai ekonomis.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Dapat THR? Begini Kata Wali Kota Bandung

"Semua bahan dari pohon kelapa bisa diubah menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Di antaranya sapu lidi, piring lidi, peci, boks tisu dan lain-lain," tambahnya.

Dari pelatihan ini, kata Nurul Huda, diharapkan santri yang sudah dilatih bisa mengembangkan di pesantren masing-masing, di keluarga dan orang terdekatnya.

Sesepuh Pondok Pesantren Miftahul Munawaroh Panyingkiran, KH Obay Sobary menambahkan, para santri harus punya wawasan luas dalam memandang kehidupan. Santri yang mandiri adalah mereka yang mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang.

"Rezeki tidak datang langsung dari langit, kalau mau makan harus mau usaha yang rajin dan tekun. Melalui pelatihan wirausaha santri mandiri ini kelak akan lahir para pengusaha muslim yang sukses. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik," pungkasnya.***

Tags

Terkini