Menu makanan berupa nasi rawon hingga telur asin yang menjadi bagian dari menu MBG, turut diperiksa otoritas berwenang.
"Semua sampel tersebut kami siapkan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar dapat diketahui penyebabnya secara ilmiah," tegas Ardi kepada awak media di Jombang, Jatim, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Baca Juga: Cerita Orang Tua setelah Anaknya Dapat MBG: Jarang Jajan, Uangnya Dialihkan untuk Keperluan Dapur
Meskipun gejala fisik menunjukkan indikasi keracunan, Ardi membeberkan hasil uji cepat (rapid test) sementara terhadap sampel makanan belum menunjukkan adanya residu kimia berbahaya.
"Dari hasil rapid test sementara tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti formalin, sianida, nitrat maupun arsenik," sebutnya.
Hingga berita ini terbit, pihak kepolisian maupun Dinkes Kabupaten Jombang belum memberikan keterangan lanjutan terkait penyebab pasti insiden tersebut.***