Perlahan, harganya naik menjadi Rp300 juta, Rp500 juta, Rp700 juta, Rp1 miliar, Rp4,8 miliar, Rp5 miliar, Rp5,5 miliar, Rp6 miliar, dan ditutup pada angka Rp6,5 miliar.
Baca Juga: FIPP UNNES Gandeng Pakar Universiti Malaya, Jajaki Kolaborasi Riset hingga Joint Supervision
Ossy menuturkan, hasil lelang lukisan akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan, terutama bagi masyarakat Tionghoa.
"Sekali lagi dana ini akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan, bagi masyarakat pra-sejahtera yang utamanya kaum Tionghoa," tegas Ossy.
Makna 'Kuda Api' dalam Lukisan SBY
Dalam sambutannya, SBY mengatakan, 'kuda api' dalam lukisannya melambangkan tekad, energi, dan kekuatan untuk mencapai tujuan.
SBY mengaku sengaja menempatkan kuda api dalam suasana yang tenang dan damai.
"Oleh karena itu, in this painting, saya meletakkan kuda api, dalam lingkungan, dalam suasana yang teduh, yang peaceful. Maka biru disini melambangkan peace," kata SBY.
Tokoh Presiden ke-6 RI itu lantas menjelaskan, dominasi warna biru juga identik dengan perdamaian seperti warna PBB.
SBY menilai, kuda api melambangkan energi dan kekuatan yang berjalan dalam ketenangan.
Baca Juga: Di Hadapan Pengusaha Amerika, Prabowo Cerita Soal MBG
"Jadi my imagination is, ada sebuah kuda api melambangkan tekad, kekuatan, energi, mencapai tujuan yang baik, tetapi dalam suasana kehidupan yang teduh," tandasnya.***