PGMM Bakal Adukan Persoalan Guru Madrasah ke Presiden
Baca Juga: PGMM Usulkan Skema untuk Pengangkatan PPPK Guru Madrasah Swasta, 2 Kategori Ini Harus jadi Prioritas
Sementara itu, Ketua Umum PGMM, Tedi Malik mengaku bersyukur PGMM dan PGSI memperoleh dukungan fasilitas dari KSPSI sebagai jembatan komunikasi dengan Sufmi Dasco.
"Saat ini beliau adalah sosok yang paling bisa diandalkan dan dipercaya Presiden, sehingga dimungkinkan bisa menjembatani mempertemukan Organisasi Profesi Guru dengan Presiden Prabowo," kata Tedi Malik kepada Portaloka.id melalui pesan WhatsApp, Jumat, 13 Februari 2026.
Ditanya hal apa yang akan disampaikan kepada Presiden, Tedi Malik mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi dari guru madrasah dan sekolah swasta.
Termasuk persoalan hak dan kesetaraan bagi guru madrasah dan sekolah swasta yang dinilai belum menyeluruh.
Baca Juga: PB PGSI Kecam Pernyataan Sekjen Kemenag Terkait Guru Madrasah Swasta
"Hal ini berbanding lurus dengan amanat konstitusional sebagaimana termaktub dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menggariskan kewajiban negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjamin hak atas pendidikan bagi setiap warga negara," terangnya.
"Atas dasar tersebut, kami mengharapkan penerbitan regulasi level presiden yang mampu memberikan jaminan kepastian, meliputi kepastian hukum, jenjang karir dan kesejahteraan, serta perlindungan sosial bagi tenaga pendidik dan kependidikan," sambungnya.
Tidak lupa, Tedi juga menyampaikan apresiasi kepada KSPSI yang sudah membantu perjuangan guru madrasah.
Baca Juga: Catat! Ini Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026, PNS dan PPPK Bisa Mudik Hingga Dua Minggu
PGSI Apresiasi KSPSI
Pembina PGSI Muhammad Zen turut menyampaikan apresiasi kepada KSPSI yang telah membantu memperjuangkan guru swasta.
"Saya dari PB PGSI, pertama tentu mengapresiasi dan salam hormat kepada KSPSI Prof Jumhur ini yang telah membantu memperjuangkan teman-teman guru swasta se-Indonesia. Mudah-mudahan berhasil dan sukses," ucap Gus Zen.***