Baca Juga: Dapur Sehat Cahaya Puloerang Lakbok Ciamis Diharapkan Segera Launching
Namun di balik catatan itu, ada kebanggaan. Dari ratusan kabupaten/kota di Indonesia, Ciamis masih berada di barisan terdepan dalam penilaian kebersihan. Sebuah capaian yang lahir bukan dari mesin mahal atau anggaran raksasa, melainkan dari tangan-tangan warga yang terbiasa bekerja bersama.
“Kekuatan kita ada di gotong royong,” ujar Bupati, dengan nada yang lebih lembut.
Ia menyebut keterbatasan fiskal sebagai kenyataan, tetapi kepedulian masyarakat sebagai harapan.
Dan harapan itu segera diwujudkan. Usai apel, barisan tak langsung bubar. Di Pasar Manis, sapu dan karung mulai bergerak.
Baca Juga: Kronologi Kepsek SD Indramayu Diduga Dirampok Seusai Cairkan Dana BOS Rp118 Juta di Bank
Di Terminal dan Jambansari, sampah dikumpulkan. Di kantor-kantor OPD, halaman dibersihkan. Stadion Galuh yang pagi tadi menjadi saksi seruan, kini berubah menjadi titik awal aksi.
“Corvee” hari itu bukan sekadar teriakan. Ia menjelma kerja. Ia turun ke selokan, menyapu trotoar, dan memungut sisa-sisa yang sering diabaikan.
Ciamis seolah ingin berkata: kebersihan bukan soal lomba, bukan pula sekadar mengejar penghargaan. Ia adalah soal rasa memiliki, bahwa alam dijaga bukan karena perintah, melainkan karena kesadaran bahwa ketika alam dirawat, ia akan menjaga manusia kembali.***