“Kami menghormati masukan dari pemerintah dan masyarakat. Ke depan, kami akan lebih terbuka dan berkoordinasi agar usaha ini bisa berjalan dengan baik serta memberi manfaat,” kata perwakilan pengelola.
Tokoh masyarakat Baregbeg yang hadir dalam mediasi tersebut juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah kecamatan dalam memfasilitasi dialog.
Menurut mereka, mediasi menjadi jalan terbaik agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Dengan adanya kesepakatan hasil mediasi ini, Dapur Mutiara Cantika Baregbeg diharapkan dapat kembali beroperasi secara kondusif, sekaligus menjadi contoh penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah di tingkat lokal.***