“Kami menghormati masukan dari pemerintah dan masyarakat. Ke depan, kami akan lebih terbuka dan berkoordinasi agar usaha ini bisa berjalan dengan baik serta memberi manfaat,” kata perwakilan pengelola.
Tokoh masyarakat Baregbeg yang hadir dalam mediasi tersebut juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah kecamatan dalam memfasilitasi dialog.
Menurut mereka, mediasi menjadi jalan terbaik agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Dengan adanya kesepakatan hasil mediasi ini, Dapur Mutiara Cantika Baregbeg diharapkan dapat kembali beroperasi secara kondusif, sekaligus menjadi contoh penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah di tingkat lokal.***
Artikel Terkait
Detik-detik Menegangkan! Boat Getek Penyeberangan di Peusangan Selatan Terbalik, 1 Orang Dilaporkan Hilang
1.233 PPPK Paruh Waktu Kota Batu Resmi Dilantik, Ini Bocoran Gajinya
Milangkala ke-4 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Ini Pesan Komandan, Brimob Harus Tetap Humanis dan Rendah Hati
Pemkot Madiun Serahkan SK 1.405 PPPK Paruh Waktu, Kepala BKPSDM Sebut Gaji ASN yang Baru Dilantik Minimal Segini
Kapolres Klaten Cek Jalur Mudik Nataru 2026 hingga Kawasan Wisata Prambanan
Pria Penderita Stroke Bingung dan Tersesat di Delanggu Klaten, Polisi Evakuasi Antar Pulang ke Rumah
Bakar Kain dan Foto, ODGJ di Wedi Klaten Dievakuas ke Rumah Sakit, Polisi Amankan Senjata Tajam dari Dalam Kamar
Perkuat Posisi 'Satu Bank Untuk Semua', BRI Lakukan Corporate Rebranding Secara Menyeluruh sebagai Pilar Transformasi
1.119 PPPK Paruh Waktu Kabupaten Magetan Sudah Kantongi SK Pengangkatan, Berapa Gajinya?
Pemkab Jepara Lantik 1.813 PPPK Paruh Waktu, Bupati Bocorkan Besaran Gajinya