Minggu, 12 Juli 2026

Lansia Pemilik Toko Kelontong di Bekasi Ditemukan Tewas Terikat Oleh Komplotan Perampok: Sudah Tiga Kali Kemalingan

Photo Author
Kartika Dyah Riyani, Portaloka
- Kamis, 13 Februari 2025 | 12:35 WIB
Seorang lansia di Bekasi menjadi korban perampokan. Ditemukan meninggal dengan kondisi terikat.  (Istimewa)
Seorang lansia di Bekasi menjadi korban perampokan. Ditemukan meninggal dengan kondisi terikat. (Istimewa)

BEKASI, PORTALOKA.ID – Kejadian tragis menimpa seorang wanita paruh baya bernama Bimih (72), warga Kampung Pulo Rengas, Desa Sindang Jaya, Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Pasalnya, lansia tersebut ditemukan tewas di dalam rumahnya yang dijadikan toko kelontong dalam kondisi tangan, kaki, dan leher terikat dengan kerudung.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 10 Februari 2025 sekitar pukul 00.30 WIB.

"Tidak ada luka, hanya sedikit luka itu ada ikatan di leher pakai kain terus kaki dalam keadaan terikat oleh kain dan tangan pun terikat," jelas Kapolsek Cabang Bungin, AKP Basuni. 

Baca Juga: 3 Gudang Mebel di Tambun Bekasi Hangus Terbakar, 12 Unit Mobil Damkar Dikerahkan

Wanita paruh baya tersebut diduga kuat menjadi korban perampokan dan pembunuhan oleh komplotan perampok yang berjumlah empat orang.

AKP Basuni juga mengungkapkan bahwa kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian perkara telah dirusak oleh pelaku.

"Ada CCTV tapi tidak fungsi lagi, pas di lokasi kejadian itu CCTV dirusak oleh pelaku," ujar Basuni pada Selasa, 11 Februari 2025.

Peristiwa ini terungkap usai pedagang pecel lele di dekat lokasi kejadian memergoki empat orang pria keluar dari toko pada Senin, 10 Februari 2025 dan kabur dengan mengendarai dua unit motor.

Baca Juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92, Mayoritas Warga Bekasi

Kemudian, saksi mata tersebut masuk ke dalam toko dan menemukan korban dalam kondisi meregang nyawa di samping tangga.

"Ada yang teriak maling, saya keluar udah tancap gas. Empat orang pakai dua motor," jelasnya.

Kerabat korban bernama Jukih (71) membeberkan bahwa kejadian ini sudah ketiga kalinya toko kelontong itu mengalami kemalingan.

"Ini sudah ke tiga kalinya (kemalingan), sebelumnya sudah dua kali," ungkapnya pada Rabu, 12 Februari 2025.

Halaman:

Editor: Rohmana Kurniandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X