BBM itu lalu dimasukkan pelaku ke dalam botol kaca dan botol plastik.
Selain itu, pelaku juga mempersiapkan bambu sepanjang 20 centimeter yang ujungnya dilapisi kain sebagai sumbu.
Pelaku langsung melancarkan aksinya dengan menyiramkan bensin ke sekitar kamar yang ditempati korban di rumah pelaku.
Pelaku langsung menyulut korek api gas dan seketika api membesar dan membakar kamar tersebut.
Korban yang saat itu sedang salat Maghrib ikut terkena cipratan bensin dan terbakar.
Tak hanya perkara ayam, rupanya korban dan pelaku sering terjadi cekcok.
Ketika ada permasalahan, kerap terjadi perdebatan dan salah paham hingga berujung cekcok.
"Permasalahan keluarga ini sebenarnya sudah menumpuk. Jadi, menurut keterangan tersangka, ini adalah akumulasi dari permasalahn yang ada selama ini," ujar Joko.
Baca Juga: Santri di Boyolali Dituduh Curi HP Lalu Dibakar, Pihak Pondok Pesantren Darusy Syahadah Buka Suara
Hal serupa juga dikatakan Kapolsek Karanggede AKP S. Widodo.
Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka memang kerang terjadi perselisihan antara korban dengan keponakannya.
"Jika ada permasalahan mesti ribut. Begitu katanya," ujarnya. ***
Artikel Terkait
Santri di Boyolali Dituduh Curi HP Lalu Dibakar, Pihak Pondok Pesantren Darusy Syahadah Buka Suara
5 Fakta Santri di Simo Boyolali Dibakar Tamu Pondok Pesantren Gegara Dituduh Mencuri HP, dari Kronologi hingga Motif
Paguyuban Pembudidaya Perikanan Ciamis Tebar Sejuta Benih Ikan di Bendungan Leuwikeris
Kronologi Lengkap Santri Pondok Pesantren di Boyolali Dibakar Hidup-hidup Gegara Dituduh Mencuri HP
UPDATE TERBARU! Pelaku Bakar Santri di Simo Boyolali Ditetapkan Tersangka oleh Polisi, Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun
Serpihan Botol Kaca hingga Korek Api, Berikut Barang Bukti yang Diamankan dari Ponakan yang Tega Bakar Paman di Boyolali
Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkab Ciamis Gelar 'Pepatah Manis' dan Operasi Pasar Murah
Terungkap Lokasi Pelaku Beli BBM Pertalite untuk Bakar Santri di Simo Boyolali, Polisi Datangi Penjualnnya