Rabu, 2 September 2026

Tips Mengelola Keuangan untuk Bisnis UMKM agar Naik Kelas Ala Dosen UGM Yogyakarta, Ini Kuncinya

Photo Author
- Minggu, 15 Desember 2024 | 15:46 WIB
Dosen Departemen Ekonomi dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada (UGM), Siti Muslihah dalam kelas pelatihan bertajuk 'Mengelola Keuangan UMKM'. (Portaloka.id/Frista Zeuny)
Dosen Departemen Ekonomi dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada (UGM), Siti Muslihah dalam kelas pelatihan bertajuk 'Mengelola Keuangan UMKM'. (Portaloka.id/Frista Zeuny)

Baca Juga: Maraknya Kecanduan Judi Online di Indonesia, Adakah Hubungannya dengan Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Dokter

2. Penyusunan Anggaran

Pelaku usaha dapat menentukan alur penyusunan anggaran, mulai dari analisis pendapatan, identifikasi biaya, penyisihan dana, pembuatan alokasi anggaran, dan monitoring serta evaluasi berkala.

Pencatatan segala jenis transaksi ini bertujuan agar arus kas dapat terpantau, sehingga laba dan rugi akan lebih mudah dipantau.

Baca Juga: Ini Kata Polisi Soal Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut di Depan Pasar Jongke Solo, Benarkah Pengemudi Mobil Mabuk?

3. Memisahkan Modal dan Keuntungan

Para pelaku UMKM juga perlu memisahkan modal dan keuntungan, sebab laba harus dialokasikan untuk investasi modal usaha, dana darurat, dan kepentingan pribadi.

Hal ini patut dilakukan untuk menghindari potensi UMKM terlilit utang besar atau bahkan kebangkrutan.

“Kita harus punya tabungan dari keuntungan yang bisa dipakai untuk operasional minimal 3 bulan."

"Kalau terpaksa harus utang boleh, tapi pilih yang bunga rendah seperti KUR agar tidak memberatkan,” jelas Siti Muslihah dalam pelatihannya.

Baca Juga: Clorot, Kue Tradisional Khas Purworejo, Bentuknya Unik dan Menarik. Begini Cara Membuatnya

4. Memanfaatkan Teknologi

Masifnya teknologi terkait mengelola keuangan dapat menjadi pilihan bagi pelaku UMKM untuk melakukan pembukuan.

Untuk itu, pelaku usaha diharapkan dapat lebih dekat dengan teknologi, sehingga mampu memanfaatkan aplikasi pembukuan digital yang dinilai lebih praktis.

Dalam aplikasi pembukuan itu biasanya memiliki berbagai fitur, seperti kasir digital, riwayat transaksi, pembukuan usaha untuk penjualan harian, penerimaan pembayaran cashless dengan scan QR, hingga analisis berdasarkan laporan penjualan.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X