Sementara itu, Kapolres Klaten, AKBP Warsono mengatakan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Klaten jelang Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
"Dalam situasi jelang Pilkada 2024, kami berupaya untuk menciptakan suasana yang kondusif."
"Kami menggandeng berbagai pihak untuk saling menjaga situasi."
"Terkait miras, pencegahan asusila, premanisme," ucapnya.
"Ya tentu ada pengaruhnya, dengan adanya miras itu bisa memancing si pengguna untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik bahkan cenderung ke arah tindak pidana," imbuhnya. ***
Artikel Terkait
3 Fakta Kucing Mixdom Masuk Sumur Sedalam 8 Meter di Dusun Bendogantungan, Klaten, Dilaporkan oleh Pemilik hingga Proses Evakuasi
14 ABG di Klaten Konvoi Motor Bawa Pedang Ditangkap Polisi, Polres akan Tindak Tegas kalau Melanggar Hukum
Kakek 75 Tahun di Desa Mrisen, Klaten Tercebur Sumur Sedalam 10 Meter, Begini Kondisinya saat Dievakuasi oleh Tim Damkar
Kronologi Kakek 75 Tahun di Desa Mrisen, Klaten Tercebur Sumur Sedalam 10 Meter, Berawal dari Suara Teriakan Keluarga Lalu Terbangun
4 Fakta Kakek 75 Tahun di Desa Mrisen, Klaten Tercebur Sumur Sedalam 10 Meter, Kondisi Mbah Sumarno hingga Proses Evakuasi 1 Jam
Polres Klaten Lakukan Operasi Pekat di Jogonalan, Sita 29 Botol Miras dari Rumah Pemuda 25 Tahun, Berawal dari Laporan Warga
Dikira Bau Bangkai, Mayat Pria Penjual Gas LPG Ditemukan Terlentang di Dalam Rumahnya di Desa Gumulan, Klaten
Kronologi Mayat Pria Penjual Gas LPG Ditemukan Terlentang di Dalam Rumahnya di Desa Gumulan, Klaten, Berawal dari Warga Curiga Bau Busuk
6 Fakta Penemuan Mayat Pria Penjual Gas LPG di Dalam Rumah di Desa Gumulan, Klaten, Warga Curiga Bau Busuk hingga Korban Sempat Mengeluh
Wanita Pemilik Gudang Miras di Jogonalan, Klaten Digerebek Polisi, Ratusan Botol Disita, Berawal dari Laporan Warga