Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Dukungan Pesantren di Hari Santri Nasional 2026
Penyebab dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
“Kalau untuk dugaan dari mana, kita masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Biaya penanganan medis para korban akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sementara pendataan jumlah korban masih berlangsung.
Dugaan keracunan tersebut menimpa siswa SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, dan TK Teratai, dengan gejala yang dilaporkan berupa mual, muntah, dan diare.
Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, angka 331 orang terdampak dan 199 pasien rawat inap perlu dicocokkan dengan pembaruan resmi pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan.***
Artikel Terkait
92 Siswa di Cisarua Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Rumah Sakit usai Muntah-Muntah
Chef Arnold Kritik Bisnis Dapur MBG, Singgung Investor yang Ingin Cepat Balik Modal
Agrowisata Petik Semangka Gegempalan Ciamis, Pengunjung Bisa Panen Langsung dari Kebun
Cikal Bakal Hari Santri Nasional Disebut Berasal dari Banten, KH Saifun Nawasi: Piagam Al-Fathaniyah, Ini Jejak Komitmennya
Kasus Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Ungkap Pembayaran US$4.500 hingga Tambahan US$1.000 per Jamaah
Hari Santri Nasional 2026, MI Bojongsari Ciamis Gelar Upacara dan Lomba Kaligrafi
Upacara Hari Santri 2026 di Pendopo Ciamis, Herdiat Ajak Santri Jaga Akhlak dan Kuasai Teknologi
Pakai Bahasa Jawa, Anggota Parlemen Malaysia Kirim Pesan Soal Karhutla
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Dukungan Pesantren di Hari Santri Nasional 2026
Tampil Gemilang di Kejurda FORBASI Jabar, MI Bojongsari Ciamis Pulang Bawa Medali