KH Moch Ali merupakan generasi terakhir penjaga warisan ortodoksi Pesantren Tanjungmanggu yang berdiri pada tahun 1825 M. Ini pesantren paling kuat menjaga tradisi syiar tanpa tergoda modernisasi. Santri hanya mengaji kitab kuning tanpa sekolah formal. Satu-satunya keunggulan dalam khazanah keilmuan Islam di Pesantren Tanjungmanggu adalah masih melestarikan ilmu Falak dan ilmu Tasawuf.
KH Moch Ali sangat mumpuni dalam kajian ilmu Tasawuf dan Mantiq sehingga para santri diperlukan seperti sahabat. Beliau sangat humoris dan fatwanya selalu tepat. Islam ditempatkan dalam ranah logika tanpa kehilangan ruh dan jiwa seseorang.
Semoga ilmu yang pernah diajarkan menjadi amal jariyah, doa para santri dan masyarakat menjadi penerang perjalanan, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Selamat jalan, KH Moch Ali bin Mama Sulaiman Jamal.
Jejakmu mungkin sunyi, tetapi doa dan ilmu yang engkau tinggalkan semoga terus bersuara.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Artikel Terkait
Ratusan Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG Basi, Makanan Dilaporkan Berasal dari SPPG Gembong 1
Polres Ciamis Jadikan Haornas ke-43 Momentum Bangun Budaya Hidup Sehat Personel
Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo Berpesan para Atlet Berikan Performa Terbaik
Prabowo Janji Beri Bonus Rp3 Miliar bagi Atlet Peraih Medali Emas Asian Games 2026
Pengakuan Orang Tua di Pati, Anaknya Alami Mual-Muntah hingga Mimisan Usai Diduga Keracunan MBG
Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV di Tengah Transformasi Bisnis Data Center
Anak Krakatau Bergeliat, Sirine Peringatan Tsunami Kini Disebar di Wilayah Pesisir Banten
Update Korban Dugaan Keracunan MBG Kedaluwarsa di Gembong Pati: 154 Siswa Dirawat Jalan