Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo mengungkapkan, menu MBG yang dikonsumsi siswa dari kedua sekolah itu berasal dari SPPG Gembong 1.
Atas kejadian itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati tengah melakukan penyelidikan epidemiologis untuk mencari penyebab munculnya berbagai keluhan kesehatan pada siswa.
Hingga berita ini terbit, pemerintah belum memastikan keluhan kesehatan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG.
Di samping itu, sampel makanan akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kemungkinan penyebab munculnya gejala pada para siswa.***
Artikel Terkait
Kekeringan Melanda Harjamukti Cirebon, Warga Serbu Mobil Pengangkut Air Bersih
Ikuti Solo Run Fest 2026, Beli Tiketnya via BRImo Aja, Dapatkan Diskon 20 Persen
PSGC Ciamis Masuk Liga 2 Musim 2026/2027 dengan Wajah Baru, Galuh Jadi Identitas Utama
Dinobatkan sebagai Kota Kecil Terbersih ASEAN, Kini Ciamis jadi Lokus PKN Tingkat II
OMI 2026 Ciamis Berlangsung Ketat, 1.263 Peserta Bersaing Memperebutkan Tiket Menuju Tingkat Provinsi Jawa Barat
Jangan Ada Lagi Kontrak! DPR Sodorkan Solusi Anggaran Pengangkatan Guru PPPK jadi PNS, Salah Satunya Pangkas Anggaran MBG
5 Jurnalis Dilaporkan Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Diterjunkan hingga Kerahkan Alutsista
BRI Multiguna Pre-Approved Solusi Kebutuhan Dana Anda, Mudah dan Cepat, Simak Cara Pengajuannya
Banyak Kasus Keracunan MBG Tapi Tak Ada Proses Hukum pada SPPG, Mahfud MD: Padahal Jelas Membahayakan Nyawa
Milangkala ke-17 Gong Perdamaian Dunia, Bupati Ciamis Cetuskan Visi Besar Angkat Nilai Diplomasi Ciamis ke Tingkat Internasional