Lebih lanjut, Bupati Herdiat mengingatkan bahwa kedamaian membutuhkan ikhtiar nyata. Perdamaian bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil dari perjuangan, kesadaran, dan komitmen bersama.
Baca Juga: Ikuti Solo Run Fest 2026, Beli Tiketnya via BRImo Aja, Dapatkan Diskon 20 Persen
Selain itu, Bupati Herdiat juga memaparkan kebanggaannya atas sejarah leluhur Tatar Galuh yang visioner.
"Jauh sebelum Indonesia lahir, bahkan jauh sebelum UUD 1945 dirumuskan, Tatar Galuh Ciamis telah lebih dahulu menorehkan jejak agung tentang perdamaian," paparnya.
Hal ini merujuk pada peristiwa tahun 739 Masehi yang melahirkan Mupulung Rahi, yakni 10 Perjanjian Damai Galuh.
Hal ini selaras dengan orasi yang disampaikan oleh Anton Charliyan (Abah Anton), selaku salah satu pendiri Gong Perdamaian Dunia. Abah Anton menjelaskan bahwa berdasarkan naskah kuno, Karangkamulyan adalah lokasi musyawarah damai.
Mengakhiri arahannya, Bupati Herdiat menginstruksikan agar peringatan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus terus disemai sejak dini dan membawa manfaat nyata.
"Jadikan Ciamis sebagai rumah nilai perdamaian sejarah, tempat belajar dari sejarah untuk membangun masa depan yang harmonis," pesan Bupati Herdiat.***
Artikel Terkait
RDP Dugaan Keracunan MBG di DPRD Karo Memanas, Orang Tua Siswa Tuntut Tanggung Jawab SPPG
Kekeringan Melanda Harjamukti Cirebon, Warga Serbu Mobil Pengangkut Air Bersih
Ikuti Solo Run Fest 2026, Beli Tiketnya via BRImo Aja, Dapatkan Diskon 20 Persen
Dinobatkan sebagai Kota Kecil Terbersih ASEAN, Kini Ciamis jadi Lokus PKN Tingkat II
Jangan Ada Lagi Kontrak! DPR Sodorkan Solusi Anggaran Pengangkatan Guru PPPK jadi PNS, Salah Satunya Pangkas Anggaran MBG
5 Jurnalis Dilaporkan Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Diterjunkan hingga Kerahkan Alutsista
Banyak Kasus Keracunan MBG Tapi Tak Ada Proses Hukum pada SPPG, Mahfud MD: Padahal Jelas Membahayakan Nyawa