“Emak-emak marah, mengawal pasangan yang diduga terlibat itu ke Mapolres Tanjungbalai,” imbuhnya.
Saat meninggalkan lokasi pun harus menggunakan motor hingga bonceng tiga untuk menghindari amukan massa.
Korban Disebut Anak Yatim Piatu
Kemarahan warga memuncak karena korban disebutkan adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal dengan keluarga angkatnya.
Peristiwa tersebut bermula saat korban merasa sakit di bagian dubur dan keluarga membawanya untuk diperiksa, sampai akhirnya mengaku telah mendapat perlakuan tak menyenangkan.
“Kecurigaan warga menguat karena ketidakhadiran korban saat ujian sekolah. Demi mengantar lembar ujian, guru berinisial D datang langsung ke rumah,” ucap Sekretaris Desa setempat, dikutip pada Kamis, 23 Juli 2026.
Melihat gelagat tak biasa itu, ibu angkat korban yang membawanya ke klinik dan pemeriksaan medis dilakukan.
Unggahan dari Instagram @wilis_medan menyebutkan bahwa korban sempat tidak masuk sekolah selama hampir dua minggu.
Dugaan pencabulan yang membuat geger warga Tanjungbalai ini tengah dalam proses penyelidikan untuk penyelesaian hukumnya.***
Artikel Terkait
Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala BGN, Sosok Penggantinya Bikin Penasaran
Sudaryono Resmi Dilantik jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang, Ini Janji Pertama yang Diucapkan
Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Profesi Wartawan di Palopo, Bermula saat Akdi Demonstrasi di Mapolres Palopo
Ketika Guru Bersuara: Menagih Keadilan demi Masa Depan Indonesia
Nanik S Deyang Ungkap Alasan Lain Resign dari Jabatan Kepala BGN: Bak Berdiri di Tepi Jurang
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad Perjuangan Nasib Ojol Jelang Finalisasi Perpres, Godok Isu Penting untuk Pengemudi dalam Rakor Lintas Kementerian