Jumat, 17 Juli 2026

Viral Prajurit TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM Dadakan di Sumut, Imbas Krisis hingga Bikin Antrean SPBU Mengular

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 17 Juli 2026 | 07:06 WIB
Prajurit TNI menjadi sopir pengganti truk tangki BBM yang tengah mengalami krisis di Sumatera Utara.  (Instagram.com/@indonesian.core)
Prajurit TNI menjadi sopir pengganti truk tangki BBM yang tengah mengalami krisis di Sumatera Utara. (Instagram.com/@indonesian.core)

Dalam kasus ini, Sandy menjelaskan, penugasan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Elnusa Petrofin, mitra operasional Pertamina, mengajukan permohonan bantuan.

"Menugaskan 18 personel yang memiliki kualifikasi mengemudikan kendaraan berat (truk) untuk membantu kelancaran operasional distribusi BBM," bebernya.

Baca Juga: Kabar Baik untuk Nelayan, Pemerintah Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT jadi Rp15.000 per Liter

TNI AD menyatakan, penugasan tersebut didasarkan pada pengalaman penanganan berbagai bencana di Sumut.

Sandy lantas menyoroti, saat itu keterbatasan pengemudi kendaraan berat sempat menghambat distribusi logistik dan BBM.

"Apabila distribusi BBM telah kembali normal, maka perbantuan tersebut akan berakhir," jelas Sandy.

Diketahui, permohonan bantuan disampaikan PT Elnusa Petrofin melalui surat tertanggal 14 Juli 2026.

Baca Juga: BYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Bandung, Kenalkan Teknologi Mobilitas Masa Depan kepada Masyarakat

Sampai Kapan Keterlibatan TNI Berakhir?

Berdasarkan laporan TNI, permohonan bantuan tersebut mengacu pada Nota Kesepahaman PT Pertamina (Persero) dan TNI Nomor SP-016/C00000/2022-SO.

Hal tersebut, mengenai optimalisasi dan sinergi penyelenggaraan pengamanan Objek Vital Nasional Strategis (Obvitnas) dan obyek lainnya.

"Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa meningkatnya permintaan BBM/BBK di Sumatera Utara memerlukan dukungan agar distribusi ke SPBU tetap berjalan tepat waktu," terang Sandy.

"Karena itu, PT Elnusa Petrofin meminta bantuan personel TNI untuk melakukan pendampingan terhadap awak mobil tangki selama proses pendistribusian," sambungnya.

Sesuai permohonan, dukungan personel dijadwalkan berlangsung pada 14-17 Juli 2026 atau hingga kondisi distribusi kembali normal.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X