Dalam kasus ini, Sandy menjelaskan, penugasan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan PT Elnusa Petrofin, mitra operasional Pertamina, mengajukan permohonan bantuan.
"Menugaskan 18 personel yang memiliki kualifikasi mengemudikan kendaraan berat (truk) untuk membantu kelancaran operasional distribusi BBM," bebernya.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Nelayan, Pemerintah Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT jadi Rp15.000 per Liter
TNI AD menyatakan, penugasan tersebut didasarkan pada pengalaman penanganan berbagai bencana di Sumut.
Sandy lantas menyoroti, saat itu keterbatasan pengemudi kendaraan berat sempat menghambat distribusi logistik dan BBM.
"Apabila distribusi BBM telah kembali normal, maka perbantuan tersebut akan berakhir," jelas Sandy.
Diketahui, permohonan bantuan disampaikan PT Elnusa Petrofin melalui surat tertanggal 14 Juli 2026.
Sampai Kapan Keterlibatan TNI Berakhir?
Berdasarkan laporan TNI, permohonan bantuan tersebut mengacu pada Nota Kesepahaman PT Pertamina (Persero) dan TNI Nomor SP-016/C00000/2022-SO.
Hal tersebut, mengenai optimalisasi dan sinergi penyelenggaraan pengamanan Objek Vital Nasional Strategis (Obvitnas) dan obyek lainnya.
"Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa meningkatnya permintaan BBM/BBK di Sumatera Utara memerlukan dukungan agar distribusi ke SPBU tetap berjalan tepat waktu," terang Sandy.
"Karena itu, PT Elnusa Petrofin meminta bantuan personel TNI untuk melakukan pendampingan terhadap awak mobil tangki selama proses pendistribusian," sambungnya.
Sesuai permohonan, dukungan personel dijadwalkan berlangsung pada 14-17 Juli 2026 atau hingga kondisi distribusi kembali normal.***
Artikel Terkait
Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah KPK? Ini Temuan Anyar soal Kasus Suap di Pemkab Muara Enim
Kabar Baik bagi Guru dan Dosen, Kemenkeu Setujui Tambahan Anggaran Kemenag untuk TPG, Ini Rincian Alokasinya
Bagikan Pengalaman kepada Taruna Akmil, Qodari: Teddy Paham Rute dan Syarat jadi Pemimpin
Dituding Terima Miliaran Rupiah dari Febrie Adriansyah, Yuenchi Arwindi: Demi Allah Itu Tidak Benar
Lagi Rame! Aksi Satire Komika soal Duit Jampidsus Berujung Penggerudukan Jam 3 Subuh, Ternyata Begini Awalnya
Cerita Jurnalis Promedia Group dari Bandung, Kamarnya Kini Lebih Nyaman dan Sehat Berkat Program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’
Webinar Promedia Group: Bedah Platform untuk Hasilkan Konten Sesuai Karakter Media Sosial