Elias R. Semih, Kepala Kampung Molase, di Distrik Klamono, Papua Barat Daya, juga menyampaikan hal senada. Dia menyebut masyarakat menerima program CSR dengan baik karena diyakini dapat membawa perubahan bagi perekonomian warga.
“Program ini diterima, dikelola oleh masyarakat supaya ekonomi mereka itu ada perubahan,” ujar Elias.
Elias sendiri merupakan pemilik tanah adat di wilayah pelaksanaan program. Ia mengatakan kebutuhan pangan masyarakat Papua hingga saat ini belum selalu dapat terpenuhi secara optimal. Karena itu, pengembangan lahan sawah dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Elias berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan taraf hidup warga di tingkat akar rumput.
Baca Juga: 326 Kepsek di Sulsel Dikabarkan Mundur usai Temuan BPK, Dipicu Masalah Kelola Dana BOS
“Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo yang begitu antusias untuk melihat masyarakat ekonomi akar rumput di bawah dan mereka punya hidup. Mudah-mudahan ke depan menjadi baik, menjadi perubahan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Teguh Apmin Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Rizal Beno, menilai program Cetak Sawah Rakyat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua. Ia berpendapat program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di Papua.
Ia menjelaskan kelompok taninya memperoleh alokasi cetak sawah seluas 50 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 5 hektare telah mulai ditanami. Namun, menurut Rizal, masih diperlukan dukungan sarana dan prasarana untuk mendukung keberlanjutan usaha tani, terutama pada tahap panen.
Saat ini, kata dia, bantuan yang tersedia telah membantu petani dalam pengolahan lahan dan penanaman. Namun, fasilitas pascapanen seperti mesin panen belum tersedia sehingga diharapkan dapat dipenuhi pada tahap berikutnya.
“Yang sudah ada itu untuk pengolahan sawah. Sedangkan untuk panen hasil setelah kita tanam, itu belum ada. Seperti mesin panen, itu kita belum ada. Hanya kita punya mesin untuk olah tanah, terus kita tanam,” jelasnya.
Meski demikian, Rizal menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada petani di Papua dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap.
Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pembangunan pertanian di Papua melalui berbagai program strategis.
Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Tanah Papua.
Artikel Terkait
Begini Tanggapan Sufmi Dasco Ahmad soal Pembelian Saham BCA
SELAMAT! MI Bojongsari Maleber Raih Peringkat 3 Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Ciamis, Siap Melaju ke Tingkat Nasional
Bertemu PGMM dan GM Pro, Ketua Baleg DPR Beberkan Perkembangan Terbaru Tuntutan Guru Madrasah dan Sekolah Swasta
Perkuat Kompetensi dan Silaturahmi, MGMP PAI MTs se-Kabupaten Bondowoso Teguhkan Kurikulum Berbasis Cinta
Jembatan Kaca Bromo Siap Dikunjungi Wisatawan pada Musim Libur Sekolah 2026
Kepala BGN Nanik Deyang Bakal Setop Distribusi MBG ke Sekolah Elite, 'Refocussing' Jadi Alasannya
Bahaya Negara Terus Menerus Menganaktirikan Kesetaraan dan Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta
Mendagri Sodorkan 3 Solusi Strategis Agar PPPK Tak Diberhentikan di Tengah Pembatasan Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Deretan SMK Swasta Favorit di Jogja Lengkap dengan Program Keahliannya, Pilihan Terbaik pada SPMB 2026