Jumat, 19 Juni 2026

Pilu Ayah Korban Kecelakaan KRL Arinjani Novita saat Terima Motor Mendiang Anaknya: Nggak Mau Kalau yang Pulang Motornya Aja

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 1 Mei 2026 | 07:04 WIB
Cerita anak pemilik parkiran saat mengembalikan motor mendiang Arinjani Novita Sari. (Threads/finclaw - X/berlarian)
Cerita anak pemilik parkiran saat mengembalikan motor mendiang Arinjani Novita Sari. (Threads/finclaw - X/berlarian)

PORTALOKA.ID - Cerita pilu mengenai salah satu korban kecelakaan KRL line Cikarang yang tertabrak Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur viral di media sosial.

Arinjani Novita Sari merupakan salah satu dari 16 korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan tersebut.

Bekerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Arinjani berprofesi sebagai auditor yang sering menitipkan motornya di tempat parkir langganan saat pergi bekerja.

Dalam utas yang dibagikan oleh akun X @berlarian, Arinjani selalu menitipkan motornya di tempat usaha parkir milih ayah pembuat utas.

Baca Juga: Seorang Ibu Ungkap Anaknya Jadi Malaikat Penyelamat hingga Akhirnya Terhindar dari Insiden Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi

Bahkan, mendiang tak hanya menitipkan motor, tapi juga meninggalkan kuncinya karena sudah menjadi pelanggan sejak lama.

“Dia selalu nitipin motor beserta kuncinya karena udah langganan dari lama. Ini aku sama Bapak lagi antar motornya pulang,” tulisnya dalam utas tersebut, dikutip pada Kamis, 30 April 2026.

Sering Gantian Ambil Motor dengan sang Ayah

Lanjutan utas tersebut juga mengungkapkan bahwa mendiang yang yang kerap dipanggil Arin itu sering bergantian mengambil motor jika dirinya pulang terlalu malam dari Jakarta ke Bekasi.

“Kalau lagi nggak pulang karena urusan kerjaan atau pulang malam, Arin pulang naik taksi,” ujarnya

“Nanti, ayahnya yang ambil motor ke parkiran Bapak biar besok bisa dipakai kerja lagi. Bener-bener anak kesayangan,” lanjutnya.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan Kereta, Pemerintah dan KAI Tertibkan Perlintasan Sebidang hingga Kebut Proyek DDT

Mengingat sudah sejak lama menjadi pelanggan parkiran, ia menyebut bahwa ibun Arin sempat mengatakan kalau mendiang sudah seperti anak dari pemilik parkiran karena bertemu setiap hari.

“Kalau malam belum pulang di jadwal kereta yang biasanya, selalu ditunggu sampai malam atau ngabarin ayah Arin,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X