Senin, 15 Juni 2026

Masinis Ini Jelaskan Alasan Logis Kereta Tak Bisa Rem Mendadak usai Viral Insiden KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 29 April 2026 | 10:19 WIB
Masinis bernama Eka Purnama Nurdiansyah jelaskan alasan kereta tak bisa rem mendadak (Instagram.com/@ekapurnamanurd)
Masinis bernama Eka Purnama Nurdiansyah jelaskan alasan kereta tak bisa rem mendadak (Instagram.com/@ekapurnamanurd)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.50 WIB.

Kala itu, rangkaian khusus wanita pada bagian belakang KRL terhantam kepala KA Argo Bromo hingga menimbulkan korban jiwa.

Pada saat kejadian, KRL tersebut terpaksa berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.

Hal tersebut, disebabkan oleh adanya insiden lain di area yang sama, saat KRL berbeda menabrak mobil listrik yang diduga mengalami mogok di perlintasan.

Baca Juga: Pilu Ayah Peluk Peti Jenazah Anaknya Vica Acnia yang Meninggal Dunia usai Insiden di Stasiun Bekasi Timur

Akibat KRL yang terpaksa berhenti di perlintasan, KA Argo Bromo yang datang dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menabrak gerbong nomor 8 yang merupakan rangkaian khusus wanita.

Berkaca dari hal itu, sebagian publik mempertanyakan sistem pengereman kereta saat insiden darurat terjadi di perlintasan.

Kini, penjelasan tersebut ternyata pernah dibeberkan oleh seorang masinis kereta api, Eka Purnama Nurdiansyah. Berikut ini penjelasannya.

Tak Bisa Langsung Berhenti

Melalui akun Instagramnya @ekapurnamanurd, pada Rabu, 22 April 2026, Eka membeberkan pandangannya menggunakan sistem simulasi pengereman milik PT KAI.

Baca Juga: Turun Kereta Langsung Healing, Ini Dia 4 Destinasi Wisata Dekat Stasiun Kereta

Lewat video yang ia bagikan, kereta dalam simulasi tampak tak berhenti begitu saja walaupun pengereman sudah dilakukan.

Terlebih, kereta dinilai perlu waktu beberapa saat untuk memastikan bahwa kereta telah berhenti sempurna walaupun telah dilakukan pengereman.

"Sistem pengoperasian dan reaksi pengereman pada simulator ini sudah diuji dan dibuat mirip dengan aslinya," kata Eka.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X