Senin, 15 Juni 2026

Tak Ada Permintaan Maaf, Pernyataan Sikap Green SM Disorot usai Taksinya Diduga Jadi Penyebab Awal Insiden KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 28 April 2026 | 17:25 WIB
Taksi Green SM yang diduga jadi penyebab awal kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@info.bekasitimur)
Taksi Green SM yang diduga jadi penyebab awal kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@info.bekasitimur)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti ihwal dugaan penyebab awal insiden kecelakaan, antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026 malam.

Sebelumnya dilaporkan, 1 unit taksi milik Green SM Indonesia sebelumnya sempat tertemper KRL lain hingga membuat lalu lintas kereta api di lokasi tersendat.

Hal tersebut sontak menuai sorotan publik lantaran insiden yang dialami taksi Green SM berbuntut pada kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL yang terhenti di perlintasan Stasiun Bekasi Timur.

Terkini, kabarnya bekas taksi Green SM yang tertemper itu dilaporkan masih tergeletak pada perlintasan rel area stasiun tersebut.

Baca Juga: Insiden Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: 5 Korban Meninggal Dunia, 79 Penumpang Dilarikan ke 9 RS

Tergeletak di Perlintasan Kereta

Dalam postingan yang beredar, taksi Green SM terkait masih belum dievakuasi pada perlintasan rel wilayah Ampera, Bekasi Timur, hingga Selasa, 28 April 2026, pukul 14.30 WIB.

"Hingga Selasa siang, 'taksi hijau' masih ngajedog (terdiam) belum dievakuasi usai tabrakan KRL," tulis postingan akun Instagram @info.bekasitimur, pada hari yang sama.

"Sementara pengamatan di lokasi, kendaraan derek telah tersedia yang diduga untuk mengevakuasi taksi yang berada di pinggir rel," tambahnya.

Buntut dari insiden ini, manajemen Green SM Indonesia telah merilis pernyataan resmi untuk menanggapi adanya insiden di area perlintasan Stasiun Bekasi Timur.

Baca Juga: Usai Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah

Kendati demikian, pernyataan sikap itu justru menuai sorotan lantaran tidak adanya permintaan maaf meski dalam bentuk keterangan tertulis.

Pernyataan Green SM Tuai Sorotan

Secara terpisah, manajemen Green SM Indonesia mengakui adanya 1 unit kendaraannya yang terlibat dalam insiden kecelakaan itu.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X