PORTALOKA.ID - Isu reshuffle kabinet mencuat dan menjadi perbincangan hangat publik Tanah Air.
Sebelumnya, pihak Istana Kepresidenan telah buka suara usai ramainya isu terkait Presiden RI, Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.
"Tunggu saja," jawab Teddy singkat.
Baca Juga: BGN Buka Suara Soal Kematian Balita di Cianjur yang Diduga Keracunan MBG
Terkini, isu reshuffle kabinet itu semakin santer dikabarkan akan digelar pada hari ini, Senin, 27 April 2026.
Terkait wacana tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menilai langkah reshuffle harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.
Idrus menyebut, hal itu termasuk mengganti menteri yang dinilai tidak produktif.
"Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia,” kata Idrus kepada awak media di Jakarta, pada hari yang sama.
Reshuffle Jadi Energi Baru?
Idrus menyoroti, isu reshuffle tidak dapat dianggap hanya sebagai pergantian figur pejabat pemerintahan semata.
Petinggi Golkar itu menuturkan, reshuffle merupakan instrumen penting dalam sistem pemerintahan presidensial untuk memastikan efektivitas kabinet dalam menjalankan agenda negara.
Idrus menilai, persoalan utama yang dihadapi pemerintahan saat ini bukan terletak pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, melainkan pada implementasi kebijakan di tingkat kementerian.
Artikel Terkait
Siswa SD di Jeneponto Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG, Warga Sebut Menu Ikan Sudah Berbau Busuk
5.997 Calon Haji Tiba di Madinah, Jarak Penginapan ke Masjid Nabawi Hanya 50 Meter
Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil
Soal Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi untuk MBG, Kepala BGN Bilang Begini
Kronologi Anak SD di Gunungkidul Tertimpa Besi Hollow hingga Meninggal Dunia
Kabupaten Kayong Utara Tunjukkan Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi, PSN di Pulau Penebang jadi Motor Penggerak Perekonomian
Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan 5 Orang Santri
Dugaan Pencemaran Lingkungan di Tasikmalaya: SBT dan JSI Desak Tindakan Tegas, Bukan Sekadar Klarifikasi
Hampir 10 Ribu Jemaah Tiba di Madinah, Layanan Haji Terpadu Bikin Proses Makin Cepat
1 Hari 1 Malam di Panjalu Ciamis ke Mana Aja? Ini Dia Rekomendasinya, Mulai dari Berenang di Ketinggian hingga Kulineran