PORTALOKA.ID - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M terus bergerak memasuki hari keempat dengan laju pemberangkatan yang kian tertata.
Hingga 23 April 2026, tercatat sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah calon haji Indonesia yang tergabung dalam 25 kloter dilaporkan sudah tiba di Madinah.
Kedatangan para jemaah ini menjadi bagian dari pelaksanaan awal musim haji yang tahun ini diwarnai dengan penerapan layanan terintegrasi Makkah Route, sebuah sistem yang dirancang untuk memangkas proses administrasi dan mempercepat pelayanan.
Baca Juga: 5.997 Calon Haji Tiba di Madinah, Jarak Penginapan ke Masjid Nabawi Hanya 50 Meter
Sejak dimulainya operasional pada 22 April 2026, jemaah diberangkatkan melalui sejumlah embarkasi yang telah menerapkan layanan ini, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Adi Soemarmo di Solo, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Seluruh penerbangan tersebut mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Melalui skema ini, seluruh proses keimigrasian dan administrasi haji sudah diselesaikan sejak di Indonesia. Setibanya di Madinah, jemaah tidak lagi harus mengantre untuk pemeriksaan imigrasi.
Mereka langsung diarahkan menuju bus yang membawa ke akomodasi masing-masing. Alur yang ringkas ini membuat proses kedatangan menjadi jauh lebih cepat dan nyaman.
Layanan Makkah Route mencakup berbagai tahapan penting, mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa secara elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga proses keimigrasian yang dilakukan di bandara keberangkatan. Bahkan, pengelolaan bagasi juga sudah diatur sejak awal, sehingga koper jemaah langsung dikirim ke tempat menginap di Arab Saudi.
Baca Juga: Catat! Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan apresiasinya terhadap implementasi layanan tersebut.
“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci. Ini adalah wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Menhaj di Jakarta (23/4/2026).
Ia menambahkan, inovasi ini menjadi bagian penting dari transformasi ekosistem haji Indonesia.
“Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi. Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah,” tambahnya.
Artikel Terkait
Investasi Masuk Indonesia Capai Rp 498,8 T di Triwulan I 2026, Buka 706 Ribu Lapangan Kerja
Viral Ambulans di Sleman Dapat Orderan Fiktif untuk Tagih Utang Pinjol, Awalnya Diminta Jemput Pasien Emergency
Siswa SD di Jeneponto Diduga Keracunan Massal Usai Santap MBG, Warga Sebut Menu Ikan Sudah Berbau Busuk
5.997 Calon Haji Tiba di Madinah, Jarak Penginapan ke Masjid Nabawi Hanya 50 Meter
Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil
Soal Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi untuk MBG, Kepala BGN Bilang Begini
Kronologi Anak SD di Gunungkidul Tertimpa Besi Hollow hingga Meninggal Dunia
Kabupaten Kayong Utara Tunjukkan Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi, PSN di Pulau Penebang jadi Motor Penggerak Perekonomian
Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan 5 Orang Santri