Trauma Healing untuk Korban KRL
Sementara itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan tim konselor Polres Metro Bekasi Kota memberikan pendampingan kepada korban kecelakaan.
Selain pemulihan kesehatan fisik, juga ada kondisi psikologis yang akan terus didampingi.
Baca Juga: Turun Kereta Langsung Healing, Ini Dia 4 Destinasi Wisata Dekat Stasiun Kereta
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga telah menjanjikan akan membantu pendampingan bagi korban.
Selain pemulihan fisik dan psikologis, Menteri PPPA Arifah Fauzi juga berjanji untuk mengupayakan adanya keringanan dari perusahaan tempat para korban bekerja.
Dalam insiden ini, 106 penumpang KRL menjadi korban. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka, baik luka ringan maupun luka berat yang masih membutuhkan observasi medis.***
Artikel Terkait
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Terus Dikebut, 1.000 Pekerja Dilibatkan
MI Bojongsari Ciamis Sukses Pertahankan Tradisi Juara LKBB
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Ini Daftar Nama Pejabat yang Baru Dilantik
Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan, 2 Tokoh Kritis era Jokowi Itu Hadiri Agenda Reshuffle Kabinet Prabowo
Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Targetkan Pengelolaan Sampah RI Sesuai Standar Global
Menyalakan Literasi dari Ciamis: Jejak Lala, Duta Baca 2026 yang Mengusung Literasi Keuangan
Insiden Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: 5 Korban Meninggal Dunia, 79 Penumpang Dilarikan ke 9 RS
Usai Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah
Tak Ada Permintaan Maaf, Pernyataan Sikap Green SM Disorot usai Taksinya Diduga Jadi Penyebab Awal Insiden KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi
Cerita Penumpang KRL Sesaat Sebelum Insiden Kecelakaan dengan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur: Ada Mas-mas Teriak ‘Woy Keluar!'