Baca Juga: Percepat Program 3 Juta Rumah, Prabowo Dorong Kampus Lakukan Riset Perumahan di Indonesia
Pemerintah juga memberikan insentif lain yakni pembebasan bea masuk pembelian suku cadang pesawat. Sebab, komponen ini juga berkontribusi dalam perhitungan harga tiket pesawat.
"Pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Jadi, suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0 persen sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan," kata Airlangga.
Harga avtur di sejumlah negara sudah mulai naik sejak bulan lalu. Dibandingkan dengan kenaikan negara tetangga, harga avtur dalam negeri justru lebih murah.
Misalnya, di Thailand harga avturnya menjadi Rp29.518 per liter dan Filipina Rp25.326 per liter. Lebih mahal dibandingkan Indonesia sebesar Rp23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta per 1 April 2026.
Baca Juga: Aksi Heroik Satpam BRI Ajibarang Atasi Kebakaran Minibus: Langsung Cari APAR, Sukses Kendalikan Api
Kenaikan harga avtur didorong oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah yakni perang antara AS-Israel dengan Iran yang melebar menyebabkan terganggunya pasokan energi global setelah Selat Hormuz ditutup.
Tak hanya Indonesia, hampir semua negara kena dampaknya. Namun, kondisi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri, masih aman berada di atas kecukupan stok nasional.***
Artikel Terkait
PPPK Lumajang Full Senyum, Pemerintah Pastikan Taka Ada PHK di Tengah Efisiensi Anggaran
Pemerintah Jamin Tak Ada Pemberhentian PPPK dan PPPK Paruh Waktu Meski Belanja Pegawai di Atas 30 Persen
PPPK Paruh Waktu Bakal Ditempatkan di Koperasi Merah Putih, Kecuali 2 Pegawai Ini
Viral, Petugas SPPG Injak Melon MBG Berujung Klarifikasi dan Minta Maaf
1,7 Juta Siswa MI, MTs dan Santri Ikut TKA dan Asesmen Nasional Hari Pertama, Kemenag: Kita Bangun Sistem Pendidikan Berbasis Data
WASPADA! Modus Penipuan Berkedok Joki Pinjol, Ngaku Bisa Cairkan Dana hingga Ratusan Juta Rupiah