PORTALOKA.ID - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti insiden petugas Satpol PP yang diduga menutup paksa lapak milik seorang ibu penjual sayur di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam unggahan Instagram @fakta.indo, pada Minggu, 22 Februari 2026, terlihat ibu penjual sayur di NTT itu merasa kesal usai sejumlah petugas mendatangi lapak dagangannya.
Diketahui, penjual sayur tersebut dilarang berjualan meski hal itu dilakukan di teras rumahnya sendiri.
Petugas Satpol PP melakukan penutupan paksa itu lantaran menilai ibu penjual sayur itu membuat pasar tandingan di wilayah setempat.
"Seorang ibu penjual sayuran di Sumba Barat Daya, NTT, dilarang berjualan di teras rumahnya sendiri," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
"(Hal itu) oleh petugas Satpol PP karena dituding membuat pasar tandingan," tambahnya.
Nyatakan Hak Berjualan di Area Pribadi
Dalam video yang beredar, sang ibu terlihat bersikeras untuk tidak menutup lapaknya meski mendapatkan peringatan dari petugas Satpol PP.
Hal itu, lantaran dirinya menilai adanya hak yang dimiliki olehnya untuk berjualan di area pribadi.
Di sisi lain, sang ibu menyatakan dirinya hanya berjualan di teras rumahnya.
"Saya ini bukan mengontrak, saya berjualan di rumah sendiri," tegasnya.
Diminta Dagang di Lapak Milik Pemda
Artikel Terkait
Rincian Gaji Guru Honorer Madrasah dari MI hingga MA, Paling Tinggi pun Masih di Bawah UMR
Cerita di Balik Lukisan 'Kuda Api' Karya SBY yang Laku Rp6,5 Miliar
Mahasiswa Universiti Malaya Ikut Student Exchange, Dalami Paradigma Baru Manajemen SDM di FIPP UNNES
TEGAS! DPR Minta Gaji Guru Harus Naik Tanpa Terhambat Administrasi dan Birokrasi
Indonesia Sukses Amankan Tarif 0 Persen bagi Ekspor Tekstil ke AS, 4 Juta Lapangan Kerja Terima Manfaat
PPPK Paruh Waktu Guru dan Tenaga Kependidikan Dipastikan Dapat Gaji ke-13 dan 14 di Tengah Keterbatasan Anggaran
Ciamis Siap Jadi Sentra Kacang Tanah Nasional, Program Terintegrasi Libatkan Petani dan Kementerian Pertanian
3 Hasil Kunjungan Kerja Prabowo ke Amerika Serikat, Salah Satunya Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Komandan Perdamaian Dunia
DPR Minta Kemenag Angkat Guru Madrasah Swasta jadi PPPK Tahun Ini
Soal Iuran Board of Peace, Begini Kata Menlu Sugiono