Sabtu, 18 Juli 2026

Viral Guru di Grobogan Jawa Tengah Bagikan Jalan Sehari-hari yang Dilewati Menuju Sekolah, Masih Tanah Berlumpur dan Licin

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:14 WIB
Viral video seorang guru di Grobogan, mengeluhkan akses jalan yang sulit untuk sampai ke sekolah.  (TikTok/bu_guru_nieng_kls4)
Viral video seorang guru di Grobogan, mengeluhkan akses jalan yang sulit untuk sampai ke sekolah. (TikTok/bu_guru_nieng_kls4)

Pada video terbaru, ia membeberkan bahwa kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung selama beberapa tahun.

Baca Juga: Miris, Cerita Guru Madrasah Swasta Tak Bisa Ikut PPPK: Hari Ini Diangkat Besok Pensiun pun Nggak Apa-Apa

Ia berharap pemerintah bisa melihat perjuangan para guru dan warga sekitar, sehingga ada bantuan perbaikan jalan.

“Sudah hampir 4 tahun lebih saya mengajar di Dusun Dawung, tepatnya di SDN 4 Pandanharum. Banyak keluh kesah yang saya rasakan, hujan di tengah perjalanan, ban bocor di tengah hutan, dan masih banyak drama lainnya,” ucapnya.

“Semoga pemerintah segera membangun jalan lebih baik lagi,” tuturnya.

Usai videonya mulai viral, guru tersebut terlihat meninggalkan komentar dan berharap bisa segera mendapatkan perhatian pihak terkait.

Baca Juga: Curhat Guru PPPK Paruh Waktu Terima Gaji Rp50 Ribu hingga Viral di Media Sosial

“Alhamdulillah akhirnya video saya viral juga. Bantu viralkan video saya,” tulisnya di Instagram dengan akun @niengnong123.

Respons Pemerintah Kabupaten Grobogan

Lebih lanjut, unggahan tersebut mendapat respons dari Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan.

Akun Instagram DPUPR Grobogan meninggalkan komentar dan menyatakan perbaikan jalan di lokasi tersebut sudah masuk dalam perencanaan.

Baca Juga: Feby Yuliasari, Siswi MTs Janggala Raih Medali Perak di Tasik Series Beraksi Championship 2026: Persembahan untuk Almamater dan Motivasi Generasi Muda

“Mengenai Jalan Pandanharum - Dawung, lokasi ini tidak terlewat. Sudah masuk dalam rencana anggaran dari dana pinjaman tahun 2026 untuk perbaikan permanen dan hasil yang lebih baik,” ujar keterangan yang diberikan DPUPR Grobogan.

“Kita ingin penanganannya tidak hanya tambal sulam, makanya butuh proses penganggaran dan perencanaan yang matang. Sabar sekedap nggih sederek sedoyo (sabar sedikit lagi ya, semuanya),” pungkas pihak DPUPR Grobogan lagi.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X