Rabu, 3 Juni 2026

Penyebab Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan, Lelah Fisik dan Mental karena Musibah Pesawat ATR 42-500

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 26 Januari 2026 | 10:23 WIB
Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan penyebab dirinya pingsan saat upacara penghormatan jenazah korban gugur pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang AUP KP Pasar Minggu. (Instagram @swtrenggono)
Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan penyebab dirinya pingsan saat upacara penghormatan jenazah korban gugur pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang AUP KP Pasar Minggu. (Instagram @swtrenggono)

Sekali lagi terima kasih atas doa dan dukungan semuanya.

Jangan pernah lelah mencintai Indonesia," tulisnya.

Baca Juga: Jadwal Pembelian Tiket Kereta Api Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Mudik

Sebelumnya, KKP menggelar upacara penghormatan terakhir untuk tiga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yakni Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto.

Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah dilaksanakan di Auditorium Madidihang, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Januari 2026.

Upacara dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Kemudian, dilanjutkan oleh Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan setelah Sakti Wahyu Trenggono pingsan.

Baca Juga: Sekolah Menolak Program MBG, Begini Peringatan BGN untuk SPPG

Setelah upacara, ketiga jenazah diberangkatkan untuk dimakamkan di lokasi yang berbeda.

Jenazah Ferry Irawan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Yoga Naufal dimakamkan di TPU Malaka I, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Jenazah Capt. Andy Dahananto dimakamkan di TPU Ranca Sadang, Desa Sodong, Tigaraksa.

Baca Juga: Resep Bikin Melon Float untuk Takjil Buka Puasa Ramadhan 2026, Bisa Jadi Ide Jualan Rp 10 Ribuan Auto Cuan

Seperti yang diketahui, Pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Peristiwa itu menewaskan 10 kru serta penumpang. ***

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X