Minggu, 19 Juli 2026

Penyebab Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan, Lelah Fisik dan Mental karena Musibah Pesawat ATR 42-500

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Senin, 26 Januari 2026 | 10:23 WIB
Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan penyebab dirinya pingsan saat upacara penghormatan jenazah korban gugur pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang AUP KP Pasar Minggu. (Instagram @swtrenggono)
Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan penyebab dirinya pingsan saat upacara penghormatan jenazah korban gugur pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang AUP KP Pasar Minggu. (Instagram @swtrenggono)

PORTALOKA.ID - Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP), Sakti Wahyu Trenggono pingsan, Minggu, 25 Januari 2026.

Peristiwa itu terjadi saat upacara penghormatan jenazah korban gugur pesawat ATR 42-500 di Auditorium Madidihang AUP KP Pasar Minggu, Jakarta.

Melalui akun Instagram @swtrenggono, Sakti Wahyu Trenggono pun mengungkapkan penyebab dirinya pingsan.

Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kondisinya baik-baik saja.

Baca Juga: Detik-detik 2 Pemuda di Kandangserang Pekalongan Niat Rapikan Kabel WiFi Endingnya Terkapar Tersengat Listrik, Begini Kondisinya

Menurut keterangan dokter, Sakti Wahyu Trenggono pingsan karena kelelahan.

Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan selama seminggu terakhir dirinya kelelahan secara fisik dan mental karena peristiwa kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Baca Juga: Resep Es Kuwut yang Enak dan Menyegarkan untuk Menu Takjil Buka Puasa Ramadhan 2026, Cocok untuk Ide Jualan Rp 5 Ribuan

"Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya.

Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini.

Saya dalam kondisi baik-baik saja,

Alhamdulilah observarsi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan.

Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500

Walau tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos, sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X