PORTALOKA.ID - Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia.
Program ini telah dimulai sejak Januari 2025, dan terus berkembang menyasar penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Sasaran utama program MBG adalah anak-anak sekolah dari mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Meski belum merata di seluruh Indonesia, MBG telah banyak dirasakan anak-anak di sebagian daerah.
Baca Juga: Di World Economic Forum Davos 2026, Dirut BRI Tegaskan Peran Penting UMKM dalam Keuangan Global
Sekolah Tolak Program MBG
Walapun termasuk program pemerintah, tidak sedikit sekolah yang menolak menerima MBG.
Terkait hal tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah untuk menerima MBG.
Dia juga mengingatkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh memaksa sekolah agar para siswanya menjadi penerima manfaat MBG.
“Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,” kata Nanik, dikutip Senin, 26 Januari 2026.
Nanik menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya.
Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan, menolak menerima MBG.
“Sekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,” ujarnya.
Artikel Terkait
7 Wisata Alam di Yogyakarta untuk Liburan Akhir Pekan yang Tak Terlupakan
Resep Bikin Melon Float untuk Takjil Buka Puasa Ramadhan 2026, Bisa Jadi Ide Jualan Rp 10 Ribuan Auto Cuan
IKA Nesacis Gelar Training Motivation untuk Siswa dan Alumni SMPN 1 Ciamis
Jembatan Gantung Cipalebuh Garut Jawa Barat, Jalan Baru Menuju Sekolah, Sawah, dan Tempat Ibadah
Jembatan Gantung Cisurupan Garut Hadir, Pelajar Tak Lagi Bolos Sekolah karena Terhadang Banjir
Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun? Ini Faktanya