Minggu, 19 Juli 2026

Jembatan Gantung Cipalebuh Garut Jawa Barat, Jalan Baru Menuju Sekolah, Sawah, dan Tempat Ibadah

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Minggu, 25 Januari 2026 | 20:24 WIB
Jembatan gantung menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (IST)
Jembatan gantung menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (IST)

PORTALOKA.iD - Jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter terbentang menghubungkan Kampung Punaga Jolok dan Kampung Baru, Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kehadiran jembatan gantung ini menjadi jalan baru bagi anak-anak menuju sekolah, petani ke sawah, serta warga untuk beribadah dan beraktivitas di kampung sebelah.

Kepala Desa Mandala Kasih, Iwan Darmawan, menyampaikan bahwa jembatan gantung yang dibangun oleh TNI bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (VRI) tersebut telah lama dinantikan masyarakat.

Jembatan ini menjadi akses vital bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menempuh jalur berisiko atau memutar jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 7 Wisata Alam di Yogyakarta untuk Liburan Akhir Pekan yang Tak Terlupakan

“Alhamdulillah sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mandala Kasih."

"Jembatan ini penting untuk kepentingan pertanian, perekonomian, kesehatan, dan keagamaan."

"Bahkan untuk mengurus administrasi ke desa pun jadi lebih cepat, karena sebelumnya harus berjalan hingga tiga kilometer,” ujar Iwan saat ditemui di sekitar jembatan gantung Cipalebuh, Jumat, 23 Januari 2026.

Sebelum jembatan ini dibangun, warga Kampung Baru yang berada di seberang Kampung Punaga Jolok terpaksa menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah maupun mengurus administrasi ke kantor desa.

Baca Juga: IKA Nesacis Gelar Training Motivation untuk Siswa dan Alumni SMPN 1 Ciamis

Alternatif lainnya adalah berjalan memutar dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

“Dulu masyarakat saya kalau mau ke sekolah, mengurus administrasi ke desa, dan kegiatan ekonomi benar-benar terhambat karena harus menyeberang sungai."

"Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan dan sangat bermanfaat,” lanjutnya.

Iwan menjelaskan, warga Kampung Baru dan Kampung Punaga Jolok sempat terisolasi selama hampir dua tahun akibat jembatan lama rusak tersapu banjir.

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X