Melalui kolaborasi antara TNI, perangkat desa, dan berbagai elemen masyarakat, pembangunan jembatan dimulai pada akhir 2025.
Berkat semangat gotong royong dan kerja sama seluruh pihak, jembatan ini berhasil diselesaikan pada awal 2026 dan langsung dapat digunakan.
Baca Juga: Siswi Sekolah Rakyat Dasar Beri Surat ke Presiden Prabowo: Terima Kasih Kami Bisa Merasakan Sekolah
Kini, Jembatan Gantung Lo Pasir menjadi jalur konektivitas penting bagi sekitar 25 kepala keluarga di Desa Karanggayem, sekaligus menjadi akses vital menuju SD Negeri 1 Karanggayam, SMP Negeri 2 Lumbir, hingga SMK Bunda Satria Wangon.
Pembangunan jembatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendengar dan merespons kebutuhan masyarakat di akar rumput.
Hal tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat, dimulai dari pinggiran, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. ***
Artikel Terkait
TERUNGKAP! Bukan Rp150 Juta, Biaya Pembuatan Sumur Bor di Aceh yang Kedalaman Mencapai 89 Meter Ternyata Segini
Kepala Dishub Palembang Buka Suara usai Viralnya Dugaan Pungli terhadap Relawan Bencana Aceh di Terminal Karya Jaya
Menkes Keluhkan Mahalnya Harga Pesawat ke Aceh: Murah Kirim Tim Medis Lewat Malaysia
Turut Didukung BRI, Danantara Serahterimakan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Mendiktisaintek Sebut Ada 82 Perguruan Tinggi Turun Tangan Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar