INDRAMAYU, PORTALOKA.ID - Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, menerima audiensi dari Migrant Care yang konsentrasi pada isu pekerja migran, Jumat, 22 Agustus 2025.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan staf program Migrant Care, Leli, menyampaikan sejumlah temuan lapangan serta harapan terhadap pemerintah daerah.
Leli menjelaskan, pihaknya melakukan survei di sembilan desa di Kabupaten Indramayu terkait kondisi pekerja migran dan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Beberapa isu utama yang ditemukan di antaranya soal jaminan sosial, keberlanjutan usaha ekonomi purna migran, serta kebutuhan pelayanan terpadu di tingkat desa.
Baca Juga: Penemuan Mayat di Reservoir Siranda Resahkan Warga Kota Semarang, Begini Kata PDAM Tirta Moedal
“Pada tahun 2022 dan 2024, PMI tidak terjamin dalam jaminan sosial. Kebanyakan keluarga PMI juga tidak masuk kategori penerima jaminan sosial. Selain itu, dari sisi ekonomi, banyak purna PMI yang awalnya memiliki usaha pada 2022, berjalan di 2023, namun berhenti di 2024 karena keterbatasan modal. Akibatnya mereka kembali berangkat ke luar negeri untuk mencari penghasilan, karena takut meminjam ke bank,” ungkapnya.
Migrant Care mendorong agar pemerintah dapat memberikan dukungan modal bagi purna migran sehingga mereka dapat bertahan dan tidak harus kembali bekerja di luar negeri.
Migrant Care juga mengembangkan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di desa-desa survei yang dilengkapi dengan fitur input data migrasi dan pengaduan kasus purna migran, dan berharap PPT ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indramayu.
Wabup Syaefudin menyampaikan apresiasi atas kepedulian Migrant Care terhadap pekerja migran.
Menurutnya, Pemkab Indramayu terus berkomitmen dalam menjaga hak PMI, termasuk dalam aspek perlindungan, permodalan usaha, hingga penanggulangan kasus kecelakaan maupun kematian migran.
Baca Juga: Kembangkan Industrialisasi Pertanian, Bupati Indramayu dan BP TASKIN Kerjasama Pengentasan Kemiskinan
Wabup juga meminta Disnaker Indramayu untuk memperketat pengawasan terhadap agen-agen penyalur tenaga kerja agar tidak terjadi penyimpangan.
“Migrant Care adalah stakeholder penting. Kami memahami tidak semua PMI pulang dalam keadaan sukses, sehingga pemerintah perlu hadir memberikan perlindungan dan dukungan. Pemda akan menjadi jembatan antara perbankan dengan purna PMI agar mereka bisa mandiri memulai usaha,” tambahnya.
Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, yang turut hadir dalam audiensi, menegaskan persoalan pekerja migran melibatkan banyak sektor, mulai pra-penempatan, masa penempatan, hingga kepulangan.
“Selain jaminan sosial, kami juga memperhatikan tumbuh kembang anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya bekerja ke luar negeri melalui monitoring Disduk-P3A. Untuk purna PMI, kami siapkan pelatihan, pemberdayaan, hingga rehabilitasi sosial. Kendala pemasaran juga kami tindaklanjuti dengan menggandeng Diskopdagin,” jelasnya.
Baca Juga: Dorong Semangat Nasionalisme, 15 Tahun Berturut Turut BRI Berikan Apresiasi Anggota Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka Nasional
Endang juga memaparkan, hingga Agustus 2025, Disnaker menerima 38 pengaduan kasus pekerja migran, di mana 27 sudah ditangani dan sisanya masih dalam proses.
Edukasi migrasi aman terus digencarkan ke desa-desa, agar masyarakat berangkat secara prosedural dan terhindar dari praktik perdagangan orang (TPPO).
Dalam kesempatan tersebut, Migrant Care menyerahkan hasil survei lapangan beserta contoh implementasi desa migrasi aman di Desa Juntinyuat kepada Wakil Bupati Syaefudin. (Sandi)***
Artikel Terkait
Beredar Foto Wamenaker Immanuel Ebenezer Dipasang Alat Medis, KPK Ungkap Kondisi Kesehatannya
Resep Ayam Bakar Taliwang Khas Lombok Lengkap dengan Sambal Beberuk, Bikinnya Cuma Pakai Taflon
Resep Tempe Bacem Khas Jogja, Bumbunya Meresap Hingga ke Dalam, Asli Bikin Kangen
Resep Susu Kedelai, Minuman Segar Kaya Manfaat untuk Kesehatan, Pejuang Diet Wajib Coba!
Aktivitas Seismic Sesar Lembang Meningkat, Pemkab Bandung Terbitkan Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Potensi Kegempaan
Misteri Mayat di Reservoir Siranda PDAM Kota Semarang Temui Titik Terang, Rekeman CCTV jadi Petunjuk