Minggu, 19 Juli 2026

Kembangkan Industrialisasi Pertanian, Bupati Indramayu dan BP TASKIN Kerjasama Pengentasan Kemiskinan

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:10 WIB
Pemkab Indramayu jalin kerjasama dengan BP Taskin (Ist)
Pemkab Indramayu jalin kerjasama dengan BP Taskin (Ist)

INDRAMAYU, PORTALOKA.ID - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat di bawah kepemimpinan Lucky Hakim dan Syaefudin terus melakukan berbagai langkah konkret, salah satunya adalah untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Indramayu.

Hal yang saat ini dilakukan yakni melakukan kerja sama antara Pemkab Indramayu dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP TASKIN).

Penandatanganan dilakukan Bupati Indramayu Lucky Hakim dengan Kepala BP TASKIN Budiman Sudjatmiko, Rabu, 20 Agustus 2025 di Jakarta.

Baca Juga: Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih 3 Penghargaan Prestisius Dari Euromoney Awards for Excellence 2025

Dalam paparannya, Budiman Sudjatmiko menjelaskan, kerja sama ini menggunakan Skema Semi Closed-Loop Supply Chain atau Skema SCLSC yang merupakan model ekosistem ekonomi yang dicetus oleh BP TASKIN dalam Rencana Induk Tahun 2025-2029.

BP TASKIN akan memberdayakan masyarakat miskin di wilayah Republik Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal sehingga membentuk ekosistem ekonomi lokal yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurut Budiman, Industrialisasi Pertanian adalah salah satu bagian dari penerapan kerja sama skema SCLSC yang bertujuan untuk memodernisasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi, inovasi, mekanisasi, dan manajemen rantai pasok yang terintegrasi, termasuk pengolahan pasca-panen, distribusi, dan pemasaran, untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, daya saing, serta keberlanjutan usaha tani dan ekosistem ekonomi masyarakat melalui Skema SCLSC.

Baca Juga: Stunting Turun Signifikan, Pemkab Indramayu Buktikan Kinerja 8 Aksi Konvergensi

“Kemiskinan adalah persoalan struktural yang tidak bisa ditangani dengan kebijakan instan, tetapi perlu pendekatan sistemik, berkelanjutan, dan lintas sektor. Kerja sama ini upaya kita untuk membangun jalan baru, jalan yang berbasis integrasi, partisipasi, dan transformasi ekonomi masyarakat akar rumput,” tegas Budiman.***

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X