Baca Juga: Pokdarwis Galuh Ciamis Langsung Launching Program Saba Desa Wisata
Hingga siang hari, lalu lintas Bandung masih relatif lancar, namun eskalasi aksi diantisipasi dapat meningkat jika aspirasi mereka terus diabaikan.
Koordinator lapangan bahkan mengisyaratkan rencana "Aksi Jilid 2" yang lebih besar jika Gubernur tidak menunjukkan itikad politik untuk berdialog langsung.
Dalam situasi sosial yang semakin memanas ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dituntut untuk menunjukkan sensitivitas dan kepemimpinan yang bijak.
Di satu sisi, keselamatan dan etika pelajar memang penting, namun di sisi lain, pelarangan sepihak tanpa mitigasi terhadap nasib pekerja pariwisata dianggap sebagai bentuk ketidakadilan struktural.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Larang Sekolah Adakan Study Tour, BPPD Ciamis: Peluang Bangkitkan Wisata Lokal
Massa aksi mengakhiri unjuk rasa dengan satu pesan tegas: "Cabut SE Gubernur, buka kembali ruang edukasi di lapangan, dan jangan matikan pariwisata rakyat!"***
Artikel Terkait
Alasan Harus ke Dieng di Bulan Juli, Salah Satunya Ada Fenomena Embun Es di Komplek Candi Arjuna
4 Fakta Nenek Jadi Korban Tertimpa Rumah Roboh di Sambi Boyolali, Cucu Jadi Sosok Pertama Ketahui Kondisinya
Cair 1 Agustus, Segini Gaji PNS yang Baru Dilantik, Siap-Siap Traktir Teman Sekantor
4 Fakta Pekerja Bangunan Tewas di Proyek Bantul Yogyakarta, Ada di Dasar Lubang Galian hingga Sempat Makan Siang Bersama Rekan
Sopir Lansia Tabrak 9 Motor di Jalan Sanden Bantul Yogyakarta
JANGAN KAGET! BKN Beri Bocoran Sistem Tes CPNS Terbaru, Simak Syarat Pendaftaran yang Harus Disiapkan Pelamar