Kamis, 4 Juni 2026

Daftar Makanan Acara Wayangan di Karangturi Gantiwarno Klaten, Konsumsi Dimasak Rewangan Warga, 110 Orang Keracunan, Ada Rendang hingga Pisang Goreng

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Selasa, 15 April 2025 | 13:05 WIB
Sebanyak 110 orang mengalami keracunan setelah makan hidangan acara halal bihalal keluarga besar trah, Sabtu malam, 12 April 2025 di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. (Portaloka.id/WKP)
Sebanyak 110 orang mengalami keracunan setelah makan hidangan acara halal bihalal keluarga besar trah, Sabtu malam, 12 April 2025 di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. (Portaloka.id/WKP)

PORTALOKA.ID - Sebanyak 110 orang mengalami keracunan setelah makan hidangan acara halal bihalal keluarga besar trah, Sabtu malam, 12 April 2025.

Peristiwa itu terjadi di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB itu dihadiri sekitar 200 orang.

Dalam acara tersebut, para tamu undangan disuguhi tontonan pertunjukan seni wayang kulit.

Baca Juga: UPDATE Kasus Keracunan Massal di Karangturi Gantiwarno Klaten saat Acara Wayangan, Korban Jadi 110 Orang, 1 Meninggal Dunia

Warga yang hadir juga diberi makanan dan minuman.

Ada makanan ringan kacang goreng, pisang goreng, kerupuk pangsit, kerupuk kulit, dan roti kering.

Warga juga diberi nasi kotak berisi nasi putih, rendang, sambal goreng krecek, acar, dan kerupuk udang.

Setelah mengkonsumsi makanan tersebut, sejumlah orang mengalami gejala mual, muntah, diare, dan pusing pada Minggu, 13 April 2025 sekitar pukul 06.30 WIB.

Baca Juga: Makanan Konsumsi Tamu Wayangan Dimasak Rewangan Warga, Pemilik Hajatan Diperiksa soal Kasus Dugaan Keracunan 64 Warga Karangturi Gantiwarno Klaten

Respons cepat pun dilakukan oleh pemerintah desa yang langsung menghubungi Puskesmas dan Polsek Gantiwarno guna penanganan medis darurat.

Hingga Selasa, 15 April 2026 pukul 08.00 WIB, jumlah korban sebanyak 110 orang, termasuk 1 korban meninggal dunia atas nama SP yang sempat dirawat di RS Tegalyoso.

"Sampel makanan telah kami kirimkan ke laboratorium untuk memastikan penyebab utama kejadian ini."

"Dugaan kuat mengarah pada kontaminasi makanan."

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X