Petugas kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan masal di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/WKP)
Diberitakan sebelumnya, korban yang diduga mengalami keracunan makanan mengalami mutah, lemas dan diare.
Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Klaten, Hanung Sasmito Wibowo mengatakan dari data Dinkes dari 200 warga yang datang ada 64 orang yang diduga mengalami keracunan.
Para korban pun dilakukan observasi di Puskesmas dan rumah sakit.
"Dari 200 yang diundang ada 64 yang mengalami gejala muntah, lemas, diare sampai panas."
"Dilakukan observasi mudah-mudahan tidak meluas."
"Harapannya tidak dehidrasi, tapi tadi ada anak-anak yang menunjukkan dehidrasi ringan," ucapnya. ***
Artikel Terkait
OTW ke Yogyakarta, Truk Muatan 1000 Galon Air Mineral Terguling di Sawah Delanggu Klaten, Begini Kronologi Lengkapnya
Bermula dari Hobi, Prawoto Warga Krakitan Bayat Klaten Kembangkan Kerajinan Wayang Kulit, Segini Harga Jualnya
Terdengar Suara 'Klotak', Kaca Mobil Fortuner Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal di Jalan Jogja-Solo Ceper Klaten
Terungkap Ciri-ciri Pelempar Batu yang Bikin Kaca Fortuner Retak di Jalan Jogja-Solo Ceper Klaten, Aksi Pelaku Terekam Dashcam Mobil
64 Warga Karangturi Gantiwarno Klaten Diduga Keracunan setelah Makan Rendang dan Sambel Krecek di Acara Wayangan
Polisi Amankan Sisa Makanan yang Diduga Jadi Penyebab Keracunan 64 Warga Karangturi Gantiwarno Klaten di Acara Wayangan
Ini Gejala yang Dirasakan Warga Klaten setelah Makan Rendang dan Sambel Krecek di Acara Wayangan, Dugaan Kasus Keracunan di Karangturi Gantiwarno