Sementara itu, Kepala Puskesmas Gantiwarno, dokter Andi Markoco mengatakan kejadian itu sudah ditangani sesuai SOP.
Andi Markoco mengaku masih menelusuri penyebab keracunan dengan mengamankan sampel makanan yang dihidangkan saat acara wayangan.
"Gejalanya bervariasi mulai demam, mual hingga diare."
"Mulai awal gejala itu hari Minggu pagi, 13 April 2025."
"Jamuannya Sabtu malam, 12 April 2025."
"Tapi memang kebanyakan yang bergejala baru pagi hari ini (Senin, 14 April 2025)," ujar Andi Markoco.
Salah satu warga, Lastri (41) mengatakan ibu dan bapaknya hadir di acara wayangan tersebut dan menyantap makanan yang disajikan.
"Saat ditanya bilang makan rendang dan sambel krecek."
"Saya pikir masuk angin, begadang."
"Tahunya anak saya bilang di sana ada keracunan," kata Lastri kepada Portaloka.id, Senin, 14 April 2025.
Lastri menyebutkan ibu dan ayahnya mengalami gejala lemas, demam dan diare sejak Minggu malam, 13 April 2025.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Buka Posko Pengaduan di SPPU Trucuk Klaten Buntut Kasus BBM Oplosan Pertalite Campur Air
Pertamina Minta Warga Klaten Tak Perlu Khawatir, Pertalite Campur Air Hanya Terjadi di SPBU Trucuk
SPBU Trucuk Klaten Ditutup Sementara Buntut Kasus Pertalite Campur Air, Pasokan Dialihkan ke SPBU Belangwetan dan SPBU Al Aqsha
OTW ke Yogyakarta, Truk Muatan 1000 Galon Air Mineral Terguling di Sawah Delanggu Klaten, Begini Kronologi Lengkapnya
Bermula dari Hobi, Prawoto Warga Krakitan Bayat Klaten Kembangkan Kerajinan Wayang Kulit, Segini Harga Jualnya
Terdengar Suara 'Klotak', Kaca Mobil Fortuner Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal di Jalan Jogja-Solo Ceper Klaten
Terungkap Ciri-ciri Pelempar Batu yang Bikin Kaca Fortuner Retak di Jalan Jogja-Solo Ceper Klaten, Aksi Pelaku Terekam Dashcam Mobil
64 Warga Karangturi Gantiwarno Klaten Diduga Keracunan setelah Makan Rendang dan Sambel Krecek di Acara Wayangan
Polisi Amankan Sisa Makanan yang Diduga Jadi Penyebab Keracunan 64 Warga Karangturi Gantiwarno Klaten di Acara Wayangan