Baca Juga: Hari Pertama Operasi Ketupat Candi 2025: Arus Mudik Lebaran Idul Fitri Tol Trans Jawa Masih Lancar
Rachmat melihat program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya Presiden Prabowo dalam menciptakan sejarah yang mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Setiap Presiden punya sejarahnya sendiri, punya catatan, caranya sendiri, dan kita yang sedang bersama-sama pimpinan Presiden beberapa tahun terakhir sedang membangun sejarah baru," ucapnya.
Namun, pernyataan Menteri PPN ini menuai beragam respons dari masyarakat.
Sejumlah warganet mempertanyakan mengapa MBG diprioritaskan dibandingkan penciptaan lapangan kerja.
Akun Instagram @pandemictalks yang membagikan ulang pernyataan Rachmat pun dibanjiri komentar warganet.
"JUSTRU BISA KURANG GIZI karena orang tuanya nggak dapat pekerjaan, please use logic lol," tulis akun @sio****im.
"Lah kan harusnya dua-duanya. Kalau miskin cuma mampu dapat MBG siang yang kualitasnya pun tidak bergizi-begitu amat (dari anggaran yang kurang), malamnya gimana? Mana cukup sehari cuma satu kali ‘bergizi’?" ujar @iniy*****.
"Itu namanya anaknya makan, orang tuanya pengangguran," sindir akun @ia****.
Baca Juga: Jasa Marga Prediksi Puncak Mudik Lebaran Idul Fitri 2025, Yuk Manfaatkan Diskon Tarif Tol
Meski begitu, pemerintah hingga saat ini memang tetap optimistis bahwa program MBG akan membawa dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.***
Artikel Terkait
Capek dan Ngantuk saat Mudik Lewat Pantura? Ada 5 Hotel Murah di Batang untuk Transit, Harga di Bawah Rp500 Ribu
Pria di Jatisrono Wonogiri Tewas Gantung Diri di Gubuk, Begini Pengakuan Saksi dan Pihak Keluarga
Bareskrim Polri Analisa CCTV untuk Mengusut Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus di Kantor Media Tempo, Jakarta Selatan
Dibuka Fungsional, Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan Gratis Saat Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Kecelakaan 4 Warga Panjatan Kulon Progo Gegara Konvoi Remaja Bukber, Dipicu Gesekan Standar
Resep Gulai Cincang Khas Padang, Menu Lebaran Favorit, Dagingnya Empuk dan Berempah