Sabtu, 18 Juli 2026

Bareskrim Polri Analisa CCTV untuk Mengusut Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus di Kantor Media Tempo, Jakarta Selatan

Photo Author
Nova Kurniawati, Portaloka
- Senin, 24 Maret 2025 | 13:03 WIB
Bareskrim Polri Usut Teror di Media Tempo (tribratanews.jatim.polri.go.id)
Bareskrim Polri Usut Teror di Media Tempo (tribratanews.jatim.polri.go.id)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Menindaklanjuti instruksi Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, untuk mengusut tuntas kasus teror di kantor Media Tempo, Grogol, Jakarta Selatan.

Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri memulai penyelidikan tentang adanya dugaan teror tersebut.

Diketahui, teror kepada Jurnalis Tempo terjadi pada 19 Maret 2025 pukul 16.15 WIB, berupa paket potongan kepala babi.

Setelah itu pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 08.00 WIB, petugas kebersihan Tempo menemukan kardus berisi enam ekor bangkai tikus yang dipenggal kepalanya.

Baca Juga: Pengendara Scoopy Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Depan Kampus Atma Jaya Babarsari Sleman Yogyakarta

Pemeriksaan sementara oleh manajemen gedung, kotak yang berisi bangkai tikus itu dilempar oleh orang tak dikenal pada pukul 02.11 WIB, dari luar pagar.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan bahwa tim penyidik telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Tim mendatangi TKP Gedung Tempo dalam rangka koordinasi terkait laporan polisi dengan mendata saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut, " jelas Brigjen Pol. Djuhandani Rahardjo Puro pada Minggu, 23 Maret 2025.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tim juga telah melakukan pengecekan CCTV di Pos Satpam Gedung Tempo.

Baca Juga: Bikinnya Sat-set, Resep Es Jelly Rumput Laut Creamy Segar dan Berserat untuk Takjil Buka Puasa Ramadan

Termasuk juga CCTV yang berada di sepanjang jalan yang diduga dilalui oleh terduga pelaku teror tersebut.

"Tim sudah menerima hasil rekaman CCTV Gedung Tempo, Grogol, Jakarta Selatan, " ujar Brigjen Pol. Djuahandani.

"Selanjutnya, tim melakukan analisa video dengan mengutamakan pencarian terhadap 1 orang terduga pelaku yang belum teridentifikasi, " tambah Brigjen Pol. Djuhandani.

Penyidik tengah mendalami kasus dugaan tindak pidana dengan ancaman kekerasan dan/atau menghalang-halangi kerja jurnalis tersebut.

Halaman:

Editor: Efrilia Aminati

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X